ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Thursday, 20 June 2013 | 11:52
Haze in Singapore reached 321 in Pollution Standard Index,
indicating hazardous air quality.
Thursday, 20 June 2013 | 08:39
The Trade Ministry assures there will be enough supply for
Lebaran, but warns chili and meat prices might grow
out of control.
Senin, 19 Februari 2007 | 18:43 WIB
Depok Diminta Pertegas Batas Wilayah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok meminta pemerintah kota mempertegas garis batas kota dengan kabupaten Bogor dan Tangerang. Sejak Depok sah menjadi Kotamadya pada 27 April 1999, belum ada tugu garis batas wilayah dengan kedua wilayah itu. Ketua Komisi C, Hasbullah Rahmat, mengatakan inventarisasi aset wilayah sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999. Dalam peraturan itu disebutkan, aset itu sudah diinventarisasi dua tahun setelah berdiri. "Ini sudah delapan tahun, tapi belum ada data mana wilayah Depok, mana yang bukan, sulit melihat Depok sendiri," katanya di ruang Fraksi Partai Amanat Nasional Depok hari ini. Depok hanya memiliki data perbatasan ketika masih bergabung dengan kabupaten Bogor. Padahal, sejak berdiri sendiri, sudah bertambah tiga kecamatan, yakni Sawangan, Cimanggis, dan Limo, serta enam desa di Bojong Gede. Tadinya, kota administratif Depok hanya terdiri dari tiga kecamatan yaitu Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Beji. Hasbullah mengatakan, akibat tidak adanya tugu perbatasan, beberapa pembangunan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di perbatasan menjadi tak maksimal. Konflik perbatasan wilayah pun kerap terjadi, hingga menyebabkan kerugian ekonomi untuk pendapatan yang seharusnya diterima pemerintah dari fasilitas umum. Semisal kawasan emas seperti Cinere dan Cibubur. Dua area ini memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi dari segi pendapatan daerah, namun kepemilikan kedua daerah itu masih tarik dengan DKI Jakarta. Selain itu ada Pasar Citayam dan Perusahaan Daerah Air Minum, yang masih jadi “rebutan' dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. “Padahal, retribusi pendapatannya cukup besar,” kata Hasbullah. ENDANG PURWANTI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.