Monday, 20 May 2013 | 05:27

About a thousand Freeport Indonesia workers were still blockading the road to the
underground mine that collapsed last Tuesday.
Monday, 20 May 2013 | 04:24

President Park Geun-Hye left earlier than scheduled when a march dedicated to
the Gwangju Massacre victims was sung in the commemoration ceremony.
Jum'at, 16 Februari 2007 | 16:17 WIB
Bank Indonesia Akan Perluas Instrumen Moneter
TEMPO Interaktif, Serang:Bank Indonesia tengah mengkaji upaya memperluas instrumen moneter. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono mengatakan salah satunya bisa berupa penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) atau instrumen pasar modal lainnya. "Saat ini instrumen moneter hanya berupa SBI," kata Hartadi di Serang kemarin.
Dia juga mengatakan, Bank Indonesia saat ini sedang mengkaji kemungkinan untuk memperpendek lelang SBI menjadi satu hari (overnight). “Itu akan menjadi benchmark pasar uang perbankan,” katanya.
Hartadi menjelaskan, selama ini bank sentral menggunakan instrumen sinyal moneter melalui SBI satu bulan. Padahal kata dia, banyak negara lain yang telah menggunakan sinyal jangka pendek yaitu overnight atau tujuh hari. Namun dia belum bisa memastikan waktu pelaksanaannya. “Masih kami pelajari," kata Hartadi.
Dia mengakui masih ada kesulitan dalam menjalankan instrumen ini. Sebabnya antara lain segmentasi perbankan saat ini masih terlalu besar. Di sisi lain, ada bank kecil dengan modal lemah dan credit line yang kecil. Ada juga bank besar dengan modal kuat serta memiliki credit line besar. “Biasanya bank besar seperti itu jika meminjam di pasar uang antar bank overnight akan lebih murah dibanding bank kecil,” katanya.
AGOENG WIJAYA