Friday, 24 May 2013 | 18:55

Fary Djeni Francis, Gerindra spokesperson claimed that
Indonesia's 6.2 percent economic growth can only be enjoyed by a
particular group.
Friday, 24 May 2013 | 18:23

The paintings were discovered in areas known to be unhabited by
ancient civilization.
Sabtu, 03 Februari 2007 | 17:34 WIB
Pemerintah Harus Perbaiki Kondisi Lingkungan Untuk Cegah Banjir
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai perlu ada perubahan fundamental oleh pemerintah untuk mencegah banjir di Indonesia.
"Ada terobosan yang tidak pernah terjadi yaitu restorasi atau perbaikan lingkungan hidup," kata Direktur Eksekutif Walhi, Chalid Muhammad, kepada Tempo, Sabtu (3/2).
Menurutnya, biang keladi banjir yang terjadi di sejmlah tempat termasuk di Jakarta dan sekitarnya sekarang ini adalah kerusakan lingkungan.
Pemerintah perlu segera menyadari pentingnya perbaikan lingkungan hidup termasuk menghentikan penebangan hutan dan penghutanan kembali daerah yang kritis.
Chalid mengatakan, perlu juga ada koreksi terhadap tata ruang di daerah hutan dataran tinggi dan hutan dataran rendah. Selama ini, lanjutnya, banyak daerah tangkapan air yang berubah fungsi menjadi perkebunan dan pemukiman.
Chalid menyayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyebutkan soal perbaikan lingkungan hidup alam pidato awal tahunnya beberapa waktu lalu. Padahal, kata dia, bencana banjir sudah menjadi langganan tahunan dan saat ini dimulai akhir tahun lalu hingga permulan 2007 ini.
Chalid menyatakan tidak tepat jika menuding cuaca buruk sebagai faktor utama penyebab banjir. "Cuaca yang ekstrim tidak terlepas dari kehancuran lingkungan yang berakibat pada perubahan iklim," ujarnya.
Oktamandjaya Wiguna