Selasa, 23 Januari 2007 | 18:46 WIB
Presiden Guyonan dengan Menteri Saifullah
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui, meski dirinya telah menjadi pengambil keputusan nomor satu negeri ini, tidak berarti dirinya boleh berbuat tidak adil dengan memprioritaskan pembangunan di Kabupaten Pacitan.
Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tempat ia dilahirkan 57 tahun yang lalu, masih masuk kategori daerah tertinggal seperti dilansir Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Saifullah Yusuf.
"Kabupaten kelahiran saya memang kondisinya tidak sebaik Kabupaten Lebak yang juga menyandang predikat daerah tertinggal. Tapi saya tidak boleh memprioritaskan Pacitan meskipun itu tempat saya lahir. Memang tidak mudah berlaku adil,"ujar Presiden menanggapi guyonan Saifullah Yusuf, saat meresmikan proyek percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1).
Dalam kesempatan itu, Saifullah Yusuf mengatakan, dari 199 kabupaten tertinggal di Indonesia dengan indikator tingkat pendidikan, kesehatan, penangguran di bawah rata-rata nasional, sebanyak 62% berada di Indonesia bagian Timur, 29% di daerah Sumatera dan 9% di Jawa-Bali. "Di kelompok Jawa-Bali, daerah tertinggal terbanyak di Jawa TImur termasuk kabupaten Pacitan di mana presiden lahir."
Tapi, kata Saifullah, masyarakat Pacitan memiliki putra daerah yang menjadi presiden. "Kalau masyarakat Lebak ingin putranya jadi presiden, bisa, tapi nanti tunggu 2014," ujarnya. badriah