ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 17:16
Train community lovers enthusiastically welcome the progressive
tariffs, hoping train ticket subsidies will remain in place
Thursday, 23 May 2013 | 17:10
Surabaya Mayor Tri Rismaharini hoped to see President Susilo
Bambang Yudhoyono to request for additional funds to compensate
former prostitutes.
Kamis, 18 Januari 2007 | 17:11 WIB
Jepang Jajaki Bangun Pabrik Bioethanol
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kanematsu Corporation, perusahaan asal Jepang, berencana membangun pabrik bioethanol di Indonesia. Diperkirakan pabrik dengan kapasitas 100 ribu liter per hari ini menelan investasi sekitar US$ 25 juta. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan Kanematsu tertarik untuk mengembangkan bio energi dengan basis singkong (cassava) di Indonesia. "Mereka tertarik dan akan menjajaki beberapa daerah," katanya, Kamis (18/1). Menurut dia, telah dilakukan pertemuan antara Kanematsu dan beberapa daerah yang dianggap potensial untuk mengembangkan bahan baku bioethanol. Ada delapan daerah yang ikut dalam pertemuan itu sebagian besar dari Sumatera, seperti Riau dan Sumatera Utara. Kanematsu merupakan perusahaan raksasa asal Jepang yang bergerak di bidang makanan, teknologi informasi, industri besi dan baja, serta energi. Kantor pusatnya di Tokyo, Jepang. Dia Indonesia perusahaan itu memiliki anak usaha yakni PT Kanematsu Trading Indonesia. Kanematsu juga memiliki pabrik bioethanol di Thailand dengan kapasitas hingga 200 ribu liter per hari dengan investasi US$ 50 juta. Fahmi menambahkan selain pembangunan pabrik bioethanol, Kanematsu juga tertarik untuk membangun biodiesel dan pembangkit listrik dengan kapasitas sekitar 3 megawatt (MW) berbahan baku cangkang sawit di Riau. "Semua masih dalam studi kelayakan," katanya. Gubernur Riau Rusli Zainal mengatakan, Riau merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk pabrik biodiesel yang berbahan baku kelapa sawit. Dari 5,4 juta hektar perkebunan kelapa sawit di Indonesia sekitar 1,5 juta hektar atau 30 persennya berada di Riau. Menurut dia, dari perkebunan kelapa sawit di Riau bisa dikumpulkan cangkang kelapa sawit itu 2 juta ton per tahun. "Itu juga bisa sebagai sumber bahan baku pembangkit listrik," katanya. Dia menambahkan Kanematsu, dalam pertemuan ini juga mempresentasikan pabrik bioethanol di Thailand. Dijelaskan juga soal teknis kerjasama dengan masyarakat. pembebasan lahan. "Riau siap jika dijadikan lokasi pengembangan biodisel maupun bioethanol," katanya. MUHAMAD FASABENI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.