ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Thursday, 20 June 2013 | 02:05
Hundreds of people were killed and thousands displaced after heavy rains ravaged
the states of northern India.
Thursday, 20 June 2013 | 02:03
A Chinese former Communist Party official was sentenced to death for raping
underage girls.
Rabu, 17 Januari 2007 | 09:11 WIB
Kandidat Anggota KPI Dinilai Minim Wawasan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Penyiaran Dewan Perwakilan Rakyat, Effendy Choirie, menilai kandidat anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) banyak yang belum menguasai masalah penyiaran. "Secara keseluruhan, belum seperti yang diharapkan," ujar Effendy saat dihubungi Tempo. Koalisi Peduli Pers dan Penyiaran kemarin dan hari ini menggelar forum debat publik terhadap 36 kandidat anggota KPI. Effendy mengaku kecewa dengan bobot kualitas calon kandidat. Dari enam kandidat yang ia sodori pertanyaan kemarin, Effendy menilai hanya satu atau dua orang yang memenuhi persyaratan. "Itu pun masih berat," katanya. Namun, dia menambahkan, anggota KPI bukanlah orang yang semata-mata memahami regulasi di bidang penyiaran, melainkan juga yang menguasai dan memiliki visi penyelesaian persoalan di seputar industri penyiaran. Calon anggota KPI juga sebaiknya orang yang berwibawa, memiliki integritas yang tinggi, dan dikenal oleh masyarakat luas. "Tidak sekadar coba-coba mendaftar," kata Effendy. Seperti diberitakan sebelumnya, bulan depan DPR akan mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon anggota KPI. Dari 36 nama yang kini sudah masuk ke meja anggota Dewan, DPR akan memilih sembilan nama. Setelah disetujui seluruh anggota, DPR akan mengajukan sembilan nama itu untuk disahkan Presiden. Sebanyak 36 ini mewakili kalangan industri media, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah. Anggota Komisi Penyiaran DPR, Dedi Jamaludin Malik, sebelumnya mengatakan, dari sembilan orang yang akan dipilih itu, Dewan akan memilih paling banyak tiga orang saja mantan anggota KPI yang lama untuk menjabat kembali. Anggota lama masih dapat dipilih kembali untuk dua kali masa jabatan. Setelah itu, dia tidak boleh mencalonkan diri lagi. Anggota KPI lama yang mencalonkan diri adalah Ade Armando, Andrik Purwasito, Amelia Hezkasari Day, Bimo Nugroho Sekundatmo, Dedi Iskandar Muda, Ilya Sunarwinadi, Sasa Djuarsa Sendjaja, dan S. Sinansari Ecip. Sedangkan mantan Ketua KPI Victor Menayang tidak mencalonkan diri lagi karena terkendala masalah kesehatan. Sedangkan calon anggota KPI yang baru antara lain Djamiris Njaman, Fetty Fajriati, M.S. Ralie Siregar, dan Teguh Imawan. Riky Ferdianto

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.