Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Kamis, 11 Januari 2007 | 12:10 WIB
Demokrat Tolak Penambahan Pasukan ke Irak
TEMPO Interaktif, Washington:Partai Demokrat Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat (pagi tadi WIB) menolak rencana Presiden George W. Bush menambah jumlah pasukan di Irak. Mereka menganggap itu membahayakan keamanan nasional dan mendesak pengurangan pasukan di sana.
Para pemimpin kubu Demokrat yang kini mayoritas di Kongres menuding Bush tak bisa mengambil pelajaran kekalahan partainya (Partai Republik) pada pemilu November lalu dengan rencananya menambah 20 ribu pasukan lagi ke Irak.
Para pemimpin Demokrat, termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid, berjanji membatasi 132 ribu pasukan Amerika di Irak dengan sumber-sumber yang mereka perlukan buat melanjutkan tugas mereka.
Tapi mereka mendesak pergeseran beban keamanan kepada rakyat Irak hampir empat tahun setelah invasi Amerika Serikat mendongkel Saddam Hussein, dan "mulai fase penarikan kekuatan dalam empat hingga enam bulan ke depan."
Dalam pidatonya tengah malam kemarin, Bush memutuskan bakal mengirim sekitar 20 ribu tentara tambahan ke Irak. Hal ini bisa berujung kursinya terancam dari semua sisi reaksi para wakil rakyat.
AFP/dwi