ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Wednesday, 22 May 2013 | 05:29
The Constitutional Court amended the 1999 Forestry Law (UUK) so that customary

forests are not state forests.
Wednesday, 22 May 2013 | 02:39
With a daily production volume averaging at 86 million tons on normal days,
Freeports's ceased operations may cost the state US$1.82 million a day.
Kamis, 04 Januari 2007 | 12:37 WIB
Air Banjiri Jalan di Jakarta Utara
TEMPO Interaktif, Jakarta: Air di saluran air tiba-tiba membanjiri ruas jalan Gunung Sahari tepat di depan Pangkalan Utama Angkatan Laut III dan kawasan perbelanjaan World Trade Centre Mangga Dua pada pukul 10.00 WIB hari ini. Air itu juga menggenangi Jalan Budi Mulia, Pademangan Barat, Jakarta Utara. Akibat banjir mendadak ini arus kendaraan menjadi macet. Kendaraan yang melintas di Jalan Gunung Sahari terpaksa berputar arah melalui Jalan Mangga Dua Raya. Sebuah mobil jenis Suzuki APV tampak mogok di jalan Gunung Sahari. "Kami dipanggil untuk memperbaiki," kata seseorang berkostum putih, yang menumpang mobil Suzuki APV khusus servis bernomor polisi B 9402 OJ. Di Jalan Budi Mulia, sebuah mobil Toyota Kijang berwarna abu-abu bernomor polisi B 168 ZY ban depannya terperosok ke dalam saluran air. Pasalnya, batas jalan dengan got sudah tak terlihat karena tinggi air di jalan mencapai 10-15 sentimeter. Kendaraan dari arah Ancol dan Jalan RE Martadinata yang hendak menuju selatan Jalan Gunung Sahari banyak yang memutar karena tinggi ruas jalan di depan Pangkalan Angkatan Laut itu lebih rendah daripada jalur sebelahnya, sehingga air relatif lebih tinggi. Mereka umumnya memutar dan mengakses Jalan Gunung Sahari melalui Jalan Budi Mulia, sehingga jalan kecil itu macet. Kendaraan terlihat merayap dan menumpuk di Sekitar Jalan Lodan Raya menuju perempatan Jalan Gunung Sahari-Ancol dan di pertigaan Jalan RE Martadinata-Jalan Budi Mulia. IBNU RUSYDI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.