ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 19 Desember 2006 | 18:30 WIB
Muenchen siap membalas dendam kepada Aachen.//
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim besar adalah tim yang ingin memenangi semua gelar. Tim besar juga tak pernah meremehkan lawan, sekelas apa pun dia. Bayern Muenchen punya tradisi itu. Dan mereka tengah mencanangkan tekad treble winners, memenangi Liga Jerman, Piala Jerman, dan Liga Jerman. “Kami masih menari di ketiga pesta pernikahan,” kata pelatihnya, Felix Magath, bertamsil. Satu yang ada di depan mata adalah babak 16 besar Piala Jerman, melawan tuan rumah Alemannia Aachen, nanti malam. “Kami ingin menjaga peluang di ketiga kejuaraan tersebut dengan mengalahkan Aachen,” tambah Magath. Aachen hanyalah klub kecil dari wilayah perbatasan Belgia dan kini menempati peringkat ke-13 Divisi I Liga Jerman, sementara Muenchen peringkat ketiga. Masalahnya, FC Hollywood (julukan Muenche) pernah terpeleset “kulit pisang” Aachen. Pada perempat final Piala Jerman 2003/2004, Aachen menekuk Muenchen 2-1. Saat itu Aachen bahkan masih di Divisi II. Sebuah kenangan buruk bagi Oliver Kahn dan kawan-kawan. Sebab, itu kekalahan terakhir Muenchen di ajang ini. Pada dua musim terakhir, Muenchen menjadi juara, artinya tak pernah kalah lagi. Menilik perbandingan kedua tim sekarang, Magath layak optimistis. Sabtu lalu Muenchen menghancurkan Mainz 4-0 di Liga Jerman. Sebaliknya, Aachen bermain seri 3-3. “Sebuah penampilan berkelas, sebuah jenis pertandingan yang pasti Anda harapkan dari sebuah tim papan atas,” puji Magath terhadap penampilan anak buahnya. AFP | ANDY M

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.