English Version
ENGLISH
| Friday, 28 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 27 November 2014 | 22:02
Anti-Corruption Activist Targeted in Bombing in Probolinggo Buchori Muslim is working as an observer to several on-going
corruption cases in Probolinggo.
Thursday, 27 November 2014 | 21:46
Minister Rudiantara to Lift Bans on Vimeo Minister of Telecommunications and Informatics Rudiantara and
Vimeo CEO have scheduled a video conference to discuss the
ban lifting.
Senin, 18 Desember 2006 | 23:12 WIB
Irwandi Dinilai Lebih Tunduk ke Swedia Ketimbang Jakarta
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Pertahanan DPR Permadi meragukan calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dapat melepaskan diri dari kebijakan Gerakan Aceh Merdeka yang dikendalikan dari luar negeri. Permadi bahkan menengarai hampir bisa dipastikan Aceh bakal terlepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Mereka itu tidak akan tunduk ke Jakarta, tapi tunduk ke Swedia. Buktinya soal pembubaran GAM, Irwandi mengiyakan apa yang dikatakan tokoh GAM di luar negeri," kata Permadi, Senin. Menurut Permadi, pemilihan kepala daerah di Aceh dengan memperbolehkan adanya calon independen sebenarnya tidak ubahnya dengan referendum sebagai peluang bagi untuk memerdekakan diri. Kemenangan anggota GAM baik dalam pemilihan gubernur maupun bupati dimaknai sebagai terbentuknya pemerintahan GAM yang dilegalkan oleh pemerintahan Jakarta melalui MoU Helenski. Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif meminta emua pihak berpikir positif dan mempercayakan kepada pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan MoU Helenski yang memunculkan pemimpin pemerintahan yang berasal dari unsur GAM. Dia mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang terlibat sejak awal dalam proses perdamaian di Aceh tentu memahami apa yang terjadi. "Saya percaya ketika Jusuf Kalla menyatakan Irwandi dan Nazar tidak akan macam-macam setelah menjadi gubernur," kata dia. Zaenal juga menepis kemungkinan tokoh GAM di luar negeri akan mendikte Irwandi dalam menjalankan pemerintahan. Menurut dia, tipis kemungkinan Aceh akan melepaskan diri meski dipimpin oleh bekas tokoh penting gerakan tersebut. Imron Rosyid