Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 05 Desember 2006 | 14:42 WIB
Bisnis Rehabilitasi Hutan Sepi Peminat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kehutanan mengeluhkan sepinya peminat dalam kegiatan kegiatan perbaikan ekosistem (restorasi) hutan produksi. Kondisi ini diduga karena investasi program ini sangat besar.
Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban mengatakan, saat ini baru PT Restorasi Ekosistem Indonesia yang melakukan program ini. "Ini pertama kali di Indonesia bahkan dunia, " katanya di Jakarta hari ini. Perusahaan ini nantinya akan mengambil keuntungan dari eksploitasi non kayu.
Menurut Kaban, Departemen Kehutanan sebenarnya telah menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk kegiatan ini. "Tapi kami berikan izin berdasarkan pengajuan mereka yang berminat," ujarnya.
Hutan yang bisa digunakan, tegas dia, adalah hutan produksi yang tidak produktif, kurang produktif atau masih produktif. "Mohon dicatat itu".
Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini menambahkan, PT Restorasi Ekosistem Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan yang mengelola kegiatan ini baru mengelola 101 ribu hektare hutan produksi. Hutan ini berada di Jambi dan Sumatera Selatan.
Ewo Raswa