Monday, 27 May 2013 | 09:14

"The state fully guarantees the people's freedom to worship according to their
faiths and beliefs," Yudhoyono says.
Monday, 27 May 2013 | 08:33

US Ambassador Scot Marciel shares his love and fascination for batik.
Jum'at, 17 November 2006 | 18:17 WIB
Pesangon 4.500 Buruh Spotec Tidak Jelas
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Factory Manajer PT Spotec, Robert Damanik menyatakan belum dapat membayar pesangon 4.500 buruh Spotec karena masih menunggu hasil penjualan asset dan material perusahaan yang tersisa.
"Pembayaran pesangon akan diberikan pada tiga bulan kedepan," kata Robert dihadapan ribuan buruh pabrik yang menunggu hasil pengumuman sejak tadi pagi.
Menurut dia PT Spotec sedang berupaya mencari uang untuk membayar hak normatif karyawan. Dia menambahkan kondisi keuangan perusahaan benar-benar kosong dan tidak ada dana cadangan sedikitpun untuk membayar gaji atau pesangon karyawan.
Robert memperkirakan membutuhkan dana Rp 19 Milyar untuk membayar gaji dan pesangon 4.500 karyawan tetap dan karyawan kontrak perusahaan yang memproduksi sepatu merek Reebok dan Adidas itu.
Menurut dia Adidas group menjamin para buruh tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan hari tua dari Jamsostek. Meski sudah di PHK, karyawan Spotec tetap akan diprioritaskan jika perusahan itu buka kembali. "Saat ini sedang tahap mencari investor," kata Robert.
Namun keputusanan manajemen PT Spotec ini ditolak oleh ribuan buruh. Menurut para buruh, keputusan yang dikeluarkan oleh manajemen itu tidak tegas. "Manajemen tidak menyebut tanggal dan bulan pembayaran pesangon itu. Keputusan itu hanya bersifat untuk meredam gejolak para buruh," kata Agus Santosa, Ketua Umum Persatuan Buruh Pabrik Sepatu, Serikat Pekerja PT Spotec.
Kisruh di PT Spotec terjadi sejak akhir Oktober lalu. Saat itu, perusahaan tiba-tiba meliburkan karyawan dan menutup pabrik sampai waktu yang tak ditentukan. Pabrik yang memproduksi sepatu Adidas dan Reebok ini merupakan bagian dari PT Dong Joe Indonesia yang juga memproduksi sepatu Reebok.
Awal Oktober lalu, PT Dong Joe juga ditinggal kabur oleh Mr Cheon dan Mr Kim Ck, pemilik perusahaan itu ke Korea. Setelah itu, kegiatan produksi dihentikan, karyawan diliburkan dalam waktu yang tidak ditentukan.
Joniansyah