ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 08:33
To keep with the oil-to-gas fuel conversion program, the government is planning to

build 73 CNG stations, working with PGN and Pertamina.
Monday, 20 May 2013 | 07:30
Employers suspect that sugar import process had been compromised, allowing

industry-allotted imported sugar to leak into the general market.
Kamis, 16 November 2006 | 18:05 WIB
Pemerintah Negosiasi Ulang Kontrak Gas Natuna
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan negosiasi kontrak baru pengelolaan ladang gas di Blok D-Alpha Natuna selesai dalam tempo tiga bulan. PT Pertamina (Persero) meningkatkan kepemilikannya di ladang gas tersebut. Ketua Tim Negosiasi Pemerintah Kardaya Warnika mengatakan, pihaknya telah menyatakan siap melakukan perundingan kembali dengan ExxonMobil, kontraktor bagi hasil di Blok D-Alpha Natuna. Menurut dia, pihak ExxonMobil juga telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi. "Kami sudah menyatakan siap melakukan perundingan sekarang juga," ujarnya, Kamis (16/11). Kontrak bagi hasil pengelolaan ladang gas Natuna dengan ExxonMobil berakhir pada 2005. Hingga kontrak berakhir perusahaan asal Amerika Serikat tersebut belum melakukan kegiatan produksi. Dalam kontrak tersebut bagi hasil yang disepakati adalah 100 persen untuk kontraktor dan 0 persen untuk pemerintah. Dari kegiatan tersebut pemerintah hanya mendapatkan pajak. Untuk memperpanjang kontrak tersebut, pemerintah menawarkan tiga opsi, pertama melakukan tender ulang, kedua, menyerahkan pengelolaan ladang gas kepada Pertamina dan ketiga, melakukan negosiasi dengan ExxonMobil dengan persyaratan baru. Menurut Kardaya yang juga menjabat Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, target negosiasi dengan ExxonMobil selama tiga bulan sejak perundingan dimulai. Namun, dia menolak memberikan penjelasan kapan perundingan dimulai. "Tim ExxonMobil sudah melakukan pertemuan dengan tim pemerintah pada 13 November 2006," katanya. Negosiasi ulang yang dilakukan, kata Kardaya, menyangkut isi kontrak sebelumnya. Namun, dia menolak memberikan penjelasan tentang isi kontrak baru yang akan dibahas. "Namun, pembahasan mengenai bagi hasil dan kepemilikan saham termasuk di dalamnya," ujarnya. Menurut Kardaya, Pertamina sebagai mitra dalam pengelolaan ladang gas di Natuna bisa menaikkan kepemilikannya di atas 24 persen. Penambahan kepemilikan tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan penambahan modal. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, kontrak baru ladang gas Natuna harus menguntungkan negara. Dia meminta negosiasi ulang dengan ExxonMobil tidak menggunakan pola bagi hasil lama. Kalla mengatakan, negosiasi ulang dengan ExxonMobil tidak masuk dalam agenda pembicaraan Presiden Amerika Serikat George W. Bush pekan depan. Cadangan gas di Blok D-Alpha Natuna saat ini sebesar 24 triliun kaki kubik dengan kandungan karbondioksida mencapai 70 persen. Dibutuhkan investasi dalam jumlah besar untuk memisahkan gas dengan karbondioksida. NIEKE INDRIETTA | SUTARTO | ALI NY

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.