ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 02:24
The majority of gas produced by the US$20 billion East Natuna Block project will be
allocated for domestic need.
Monday, 20 May 2013 | 01:03
Indonesia's women's commission speaks up against Osaka mayor's controversial
remark on Japan's WWII comfort women.
Rabu, 15 November 2006 | 17:44 WIB
Pemerintah Siapkan Impor Beras
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membuka keran impor untuk mencegah kenaikan inflasi akibat lonjakan harga beras. "Pasti akan ada bantuan dari impor, tapi harus hati-hati," ujar Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan, Rabu (15/11). Pemerintah memastikan akan terjadi kenaikan harga beras akibat kemarau berkepanjangan. Menurut Syahrial, kenaikan inflasi tidak semata-mata dipengaruhi kenaikan harga beras. "Faktor penunjang naik turunnya inflasi bukan hanya dari sektor makanan, tapi bisa juga dari upah," katanya. Direktur Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Priyambodo memperkirakan, setelah Lebaran inflasi masih terjaga. Dia memperkirakan inflasi selama 2006 antara 6,5-6,6 persen. "Inflasi November dan Desember 2006 masih bisa dijaga," ujarnya. Menurut Syahrial, kenaikan harga beras berpengaruh pada bertambahnya jumlah orang miskin. Sebagian besar prosentase pendapatan orang miskin dialokasikan untuk membeli makanan. Beras, kata dia, merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya. Sedangkan pendapatan orang miskin tidak bertambah. KURNIASIH BUDI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.