Wednesday, 22 May 2013 | 23:06

Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Wednesday, 22 May 2013 | 20:25

Some complained that getting to and from the bus stops are quite
dangerous.
Rabu, 08 November 2006 | 22:56 WIB
Dubes AS Mengaku Tak Tahu Rencana Matinya Jaringan Telpon
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kedutaan besar Amerika Serikat mengaku tak tahu menahu soal rencana matinya jaringan telpon selular saat kedatangan Presiden George W Bush ke Indonesia.
"Saya tidak tahu menahu soal itu, bagaimana mungkin karena kita sama-sama menggunakan untuk berkomunikasi," ujar Duta besar Amerika Serikat Lynn Pascoe dalam konferensi persnya di kantornya, Rabu (9/11).
Dia membantah sehubungan dengan rencana pengacakan hingga matinya jaringan telpon saat kedatangan orang nomor satu dari Amerika Serikat tersebut. Dalam pengamanan tersebut disebut-sebut, dalam radius dua kilometer saat Bush tiba di Istana Bogor, jaringan telepon seluler akan mati.
Dalam konferensi persnya itu Lynn juga mengakui pengamanan ekstra ketat kepada George Bush Junior itu. Hal itu bercermin dari banyaknya aksi terorisme di berbagai belahan dunia, termasuk juga Indonesia. Menurut dia masih banyak orang gila dan terorisme dengan melakukan pengeboman.
Lynn juga mempersilakan aksi demonstrasi saat kedatangan Presiden George W Bush. Menurut dia hal itu sah-sah saja, dan dia yakin aksi akan berjalan damai. Menurut dia, masyarakat di Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan masyarakat Amerika Serikat.
Lebih lanjut dia mengatakan dipilihnya Istana Bogor sebagai tempat pertemuan adalah lebih karena nilai historisnya. Dia juga menyinggung pertemuan APEC terdahulu juga berlangsung di Istana Bogor.
Dia juga menegaskan bahwa kedatangan George W Bush lebih untuk kerjasama pembangunan Ekonomi Indonesia khususnya untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. "Untuk kesejahteraan, untuk pendidikan, kesehatan dan juga selama ini bekerjasama untuk memerangi korupsi," ujarnya.
Dian Yuliastuti