ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Rabu, 01 November 2006 | 12:46 WIB
Pengguna MySpace Target Phishing
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumat pekan lalu, firma analisis web Netcraft melaporkan penemuan ancaman baru bagi pemilik account MySpace. Netcraft mendapati bahwa seorang pengguna MySpace telah mengirimkan e-mail ke beberapa calon korban untuk meminta mereka membuka link yang merupakan halaman muka MySpace palsu. Serangan hacker ini terkenal dengan phishing. Pengguna yang tak awas langsung saja mengetikkan alamat e-mail dan password, tanpa curiga ia telah masuk ke perangkap hacker. Untungnya, MySpace telah mematikan serangan itu pada pagi hari setelah Netcraft melaporkan temuannya. hacker ini terdaftar di MySpaces dengan nama account login_home_index-html. Ia membuat halaman utama MySpace yang sangat mirip lengkap dengan URL MySpace yang sah. Serangan phishing pertama yang tercatat adalah pada newsgroup Usenet pada 2 Januari 1996. namun, istilah phishing telah populer sebelum kejadian itu melalui majalah hacker 2600. Istilah ini merupakan varian dari fishing atau memancing. Target dari serangan phishing adalah nasabah bank dan layanan pembayaran online.Di Amerika Serikat, bahkan e-mail yang kelihatannya berasal dari Internal Revenue Service (IRS) dipakai untuk mencuri data sensitif dari wajib pajak. Kini, jaringan sosial seperti MySpace dan Friendster menjadi sasaran karena detail informasi pribadi bisa digunakan untuk mencuri identitas yang bisa disalahgunakan. Percobaan membuktikan bahwa tingkat kesuksesan serangan phishing di situs web jaringan sosial mencapai 70 persen. Menurut penelitian Gartner seperti dikutip Paul L. Kerstein di CSO Online, antara Mei 2004 hingga Mei 2005, hampir 1,2 juta pengguna komputer AS terkena phishing dan kerugiannya mencapai US$ 929 juta. l pcworld | wikipedia | cso | dody

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.