English Version
ENGLISH
| Wednesday, 23 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Wednesday, 23 April 2014 | 17:24
Ukrainian Politician Tortured, Killed by Pro-Russian Militants Ukrainian government condemned the incident and ordered its
troops to launch attacks against pro-Russian militants striving
to control eastern Ukraine
Wednesday, 23 April 2014 | 17:14
Less Pressure on Madrid Than on Muenchen Madrid to face Muenchen with Ronaldo and mojo of Coach Ancelotti.
Jum'at, 10 Februari 2006 | 03:13 WIB
PLN Naikkan Tarif Listrik Industri
TEMPO Interaktif, Jakarta:PLN telah menaikkan tarif listrik dari Rp 439 per kWh menjadi Rp 1.380 per kWh untuk industri dan pelanggan besar di atas 23 kVA pada luar waktu beban puncak, pukul 23.00 hingga 16.00 WIB. Kenaikan tarif itu berlaku untuk pemasangan baru dan penambahan daya. General Manager Distribusi Jawa Barat dan Banten PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan tarif yang dinaikkan adalah tarif multiguna yang dapat diterapkan dalam kondisi darurat. “Aturannya ada, jadi kenaikan tarif ini juga berlaku sementara sampai ada kepastian kenaikan tarif dasar listrik,” kata Murtaqi pada Tempo kemarin. Ia menjelaskan tingginya harga bahan bakar pembangkit listrik yang merupakan 60 persen dari biaya operasi membuat kondisi keuangan PLN sulit. Biaya pokok penyediaan rata-rata mencapai Rp 900 per kWh sedangkan harga jual rata-rata baru mencapai sekitar Rp 500 per kWH. Menurut Murtaqi ada selisih harga sekitar Rp 300 per kWh yang harus ditanggung PLN, sehingga pihaknya berusaha mengurangi kerugian yang lebih banyak dengan mendekati industri dan pelanggan besar. “Meraka sudah paham kondisi PLN,” katanya. Tarif multiguna itu ditawarkan pada pelanggan disertai peningkatkan keandalan sistem, mutu layanan, serta kemampuan daya pasok untuk pelanggannya. Bila industri keberatan maka sebaiknya tidak perlu melakukan pemasangan baru atau penambahan daya sebelum ada kepastian kenaikan tarif dasar listrik. Alasannya, sambungan baru dan tambahan daya menambah beban PLN yang masih mengoperasikan sebagian besar pembangkitnya dengan bahan bakar minyak. Deputi Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Antony Dewono membenarkan telah ada kenaikan tarif multiguna. “Prinsipnmya telah ada instruksi kenaikan tarif multiguna ke seluruh general manager,” katanya pada Tempo. Namun, lanjut Antony, penerapan dari tarif multiguna ini tergantung pada kondisi wilayah general manager masing-masing. “Kami harus lihat kondisi pelanggan juga, kalau tidak mampu ya tidak naik,” ucapnya. muhamad fasabeni