English Version
ENGLISH
| Wednesday, 23 July 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Wednesday, 23 July 2014 | 05:36
Seven Foods to Keep You Full Longer If your strict diet makes you starved along the day, there are
certain foods you can try to consume during the diet.
Wednesday, 23 July 2014 | 05:28
Indonesian Movie Wins 2014 Short Film Festival in Japan An Indonesian short movie entitled 'A Lady Caddy Who Never Saw a
Hole in One' won three awards at the 2014 Short Shorts Film
Festival and Asia.
Rabu, 01 Februari 2006 | 15:38 WIB
Mantan Menkeu Tolak Cukai Semen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para mantan menteri keuangan menyarankan perluasan pengenaan cukai terhadap beberapa produk, terutama semen, tidak diberlakukan. Menurut mereka hal itu justru akan kontra produktif terhadap penerimaan negara. Empat mantan menteri keuangan, yaitu Ali Wardana, JB Sumarlin, Fuad Bawazier dan Marie Muhammad memberikan pemaparan pendapat mereka kepada Panitia Khusus DPR RI mengenai perubahan Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai hari ini. Menurut Marie, masyarakat sudah sangat terbebani dengan tingginya inflasi. Investor juga mengeluhkan berbagai pungutan kita terlalu tinggi, baik pusat maupun daerah. “Saya usulkan tetap hanya tiga komoditas yang dikenakan cukainya,” kata Marie. Ketiga produk yang dikenakan cukai, antara lain produk tembakau dan bahan olahannya, alkohol dan minuman keras beralkohol. “Fungsi utama cukai bukan untuk penerimaan negara tapi untuk membatasi konsumsi barang-barang tertentu,” kata dia. Marie menolak adanya pasal yang menyebutkan pengenaan cukai terhadap semen dan produk-produk lain yang bisa menimbulkan kerugian atau gangguan kesehatan bagi masyarakat. “Jangan lagi ada pasal karet seperti itu,” ujarnya. agus supriyanto