English Version
ENGLISH
| Monday, 22 December 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Sunday, 21 December 2014 | 22:16
Govt Stops Rescue Efforts for Banjarnegara Landslide Victims The government on Sunday, December 21, 2014, officially halted
the search efforts for the victims of a deadly landslide that hit
Banjarnegara.
Sunday, 21 December 2014 | 22:10
Lapindo Mud Disaster Victims Thank Jokowi for Compensation Plan The victims could use the compensation because they have been
homeless for eight years.
Rabu, 01 Februari 2006 | 15:38 WIB
Mantan Menkeu Tolak Cukai Semen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para mantan menteri keuangan menyarankan perluasan pengenaan cukai terhadap beberapa produk, terutama semen, tidak diberlakukan. Menurut mereka hal itu justru akan kontra produktif terhadap penerimaan negara. Empat mantan menteri keuangan, yaitu Ali Wardana, JB Sumarlin, Fuad Bawazier dan Marie Muhammad memberikan pemaparan pendapat mereka kepada Panitia Khusus DPR RI mengenai perubahan Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai hari ini. Menurut Marie, masyarakat sudah sangat terbebani dengan tingginya inflasi. Investor juga mengeluhkan berbagai pungutan kita terlalu tinggi, baik pusat maupun daerah. “Saya usulkan tetap hanya tiga komoditas yang dikenakan cukainya,” kata Marie. Ketiga produk yang dikenakan cukai, antara lain produk tembakau dan bahan olahannya, alkohol dan minuman keras beralkohol. “Fungsi utama cukai bukan untuk penerimaan negara tapi untuk membatasi konsumsi barang-barang tertentu,” kata dia. Marie menolak adanya pasal yang menyebutkan pengenaan cukai terhadap semen dan produk-produk lain yang bisa menimbulkan kerugian atau gangguan kesehatan bagi masyarakat. “Jangan lagi ada pasal karet seperti itu,” ujarnya. agus supriyanto