English Version
ENGLISH
| Tuesday, 21 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Tuesday, 21 October 2014 | 19:00
JCI Tumbles as Market Awaits Cabinet Announcement However, the downtrend is not expected to last, say analysts.
Tuesday, 21 October 2014 | 18:48
JK: AC Units Should be Set at 25 Degree Celsius The vice president says agency heads will be reminded to set
the thermostat at a warmer temperature to conserve energy.
Rabu, 01 Februari 2006 | 15:38 WIB
Mantan Menkeu Tolak Cukai Semen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para mantan menteri keuangan menyarankan perluasan pengenaan cukai terhadap beberapa produk, terutama semen, tidak diberlakukan. Menurut mereka hal itu justru akan kontra produktif terhadap penerimaan negara. Empat mantan menteri keuangan, yaitu Ali Wardana, JB Sumarlin, Fuad Bawazier dan Marie Muhammad memberikan pemaparan pendapat mereka kepada Panitia Khusus DPR RI mengenai perubahan Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai hari ini. Menurut Marie, masyarakat sudah sangat terbebani dengan tingginya inflasi. Investor juga mengeluhkan berbagai pungutan kita terlalu tinggi, baik pusat maupun daerah. “Saya usulkan tetap hanya tiga komoditas yang dikenakan cukainya,” kata Marie. Ketiga produk yang dikenakan cukai, antara lain produk tembakau dan bahan olahannya, alkohol dan minuman keras beralkohol. “Fungsi utama cukai bukan untuk penerimaan negara tapi untuk membatasi konsumsi barang-barang tertentu,” kata dia. Marie menolak adanya pasal yang menyebutkan pengenaan cukai terhadap semen dan produk-produk lain yang bisa menimbulkan kerugian atau gangguan kesehatan bagi masyarakat. “Jangan lagi ada pasal karet seperti itu,” ujarnya. agus supriyanto