English Version
ENGLISH
| Tuesday, 29 July 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Tuesday, 29 July 2014 | 17:36
TransJakarta E-Ticket Applies in August TransJakarta E-Ticket applies to help the management improve its
service.
Tuesday, 29 July 2014 | 17:00
Rexy Confident Winning Asian Games Indonesia has only two-week rest from BWF World Championships to
Asian Games Incheon
Senin, 26 Desember 2005 | 14:50 WIB
398 Jemaah Haji Khusus Terancam Gagal ke Tanah Suci
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 398 jamaah haji yang menggunakan Biaya Peyelanggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus terancam batal berangkat. Hingga kini, mereka belum memiliki visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi. Hal ini karena perusahaan penyelenggara belum menyerahkan barkode ke Departemen Agama, syarat untuk pengajuan visa. "Kemungkinan mereka tidak diberangkatkan," kata Zakaria Ansar, direktur Pelayanan Haji dan Umrah, di Jakarta, (26/12). Zakaria menambahkan, kedutaan Arab Saudi memberikan batas waktu hingga Selasa (27/12) bagi para jamaah haji untuk menyerahkan barkode ke Departemen Agama. "Sekarang kami tunggu, kalau sudah ada, kami langsung mengurus (visa) ke kedutaan," kata Zakaria. Barkode adalah semacam dokumen yang membuktikan perusahaan penyelengara ibadah haji khusus telah menyelesaikan segala urusan pembiayaan, termasuk pemondokan dan fasilitas lainnya bagi jemaah haji selama di Arab Saudi. Dari data yang diperoleh dari direktorat penyelenggara haji dan umrah, lima perusahaan yang belum menyerahkan barkode adalah PT Bina Paksi Nusa (27 jamaah), PT Ziar Nida'ul harmain yang berkonsorsium dengan PT Nur'l Haromain (70 jamaah), PT Wisata Idaman yang berkonsorsium dengan PT Bali Agung dan PT Aurora (243 jamaah) PT Annatama Purna (46 jamaah), dan PT Pesona Muda Prima (12 jamaah). Terhadap hal ini Departemen Agama akan memberikan sanksi terhadap perusahan penyelengara yang belum menyerahkan barkode. "Sanksinya masih kami lihat-lihat dulu," ujar Zakaria. Maruli Ferdinand