English Version
ENGLISH
| Friday, 25 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Friday, 25 April 2014 | 11:42
Fire Burns Down Pasar Senen One of the witness said that the fire started from the basement
of the building before it engulfed the whole building in one
hour.
Friday, 25 April 2014 | 11:18
Astra Otoparts Anticipates Increase in Electricity Price The company will attempt to improve its efficiency in order to

compensate for the increasing electricity tariffs.
Senin, 26 Desember 2005 | 14:50 WIB
398 Jemaah Haji Khusus Terancam Gagal ke Tanah Suci
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 398 jamaah haji yang menggunakan Biaya Peyelanggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus terancam batal berangkat. Hingga kini, mereka belum memiliki visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi. Hal ini karena perusahaan penyelenggara belum menyerahkan barkode ke Departemen Agama, syarat untuk pengajuan visa. "Kemungkinan mereka tidak diberangkatkan," kata Zakaria Ansar, direktur Pelayanan Haji dan Umrah, di Jakarta, (26/12). Zakaria menambahkan, kedutaan Arab Saudi memberikan batas waktu hingga Selasa (27/12) bagi para jamaah haji untuk menyerahkan barkode ke Departemen Agama. "Sekarang kami tunggu, kalau sudah ada, kami langsung mengurus (visa) ke kedutaan," kata Zakaria. Barkode adalah semacam dokumen yang membuktikan perusahaan penyelengara ibadah haji khusus telah menyelesaikan segala urusan pembiayaan, termasuk pemondokan dan fasilitas lainnya bagi jemaah haji selama di Arab Saudi. Dari data yang diperoleh dari direktorat penyelenggara haji dan umrah, lima perusahaan yang belum menyerahkan barkode adalah PT Bina Paksi Nusa (27 jamaah), PT Ziar Nida'ul harmain yang berkonsorsium dengan PT Nur'l Haromain (70 jamaah), PT Wisata Idaman yang berkonsorsium dengan PT Bali Agung dan PT Aurora (243 jamaah) PT Annatama Purna (46 jamaah), dan PT Pesona Muda Prima (12 jamaah). Terhadap hal ini Departemen Agama akan memberikan sanksi terhadap perusahan penyelengara yang belum menyerahkan barkode. "Sanksinya masih kami lihat-lihat dulu," ujar Zakaria. Maruli Ferdinand