ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Rabu, 09 November 2005 | 16:19 WIB
Menteri Pariwisata Usul Dana Promosi Pariwisata Naik 500 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Watjik mengusulkan kenaikan lebih dari 500 persen untuk dana promosi pariwisata tahun depan. Namun usulan ini belum disetujui pada level kabinet. "Tahun ini dananya sekitar Rp 30 miliar, tahun depan saya usulkan Rp 180 miliar," kata Jero Watjik, di kompleks Istana Negara, Rabu (9/11). Dana sebesar itu, lanjut dia, akan digunakan untuk pameran di sejumlah negara target baru wisata, seperti Cina, India, dan Timur Tengah. Selain itu, pameran juga tetap dilakukan di Jepang dan Australia yang selama ini sudah rutin. ?Ini untuk menjaring sekitar 7 juta wisatawan mancanegara tahun depan,? ujarnya. Jero yakin, langkah ini dapat dilakukan. Menurutnya, indikasi pada tahun ini sejumlah wisatawan dari beberapa negara baru tadi telah berdatangan. Apalagi pemerintah memberikan kemudahan administratif kepada para pelancong, yaitu visa diberikan pada saat datang (visa on arrival). Untuk target tahun ini, ia pesimis dapat mencapai 6 juta pelancong asing. Salah satu faktor penyebab adalah bom beberapa waktu lalu di Bali. "Mungkin tahun ini jumlahnya sekitar 5 juta orang, sama seperti tahun lalu," kata dia. Turis asal Australia, kata dia, justru tidak begitu terpengaruh dengan bom. "Hanya turun lima persen," kata dia. Pada lebaran kemarin, lanjut Jero, banyak wisatawan Australia berkeliaran di Legian dan Denpasar. Tingkat hunian hotel di Bali mencapai sekitar 87 persen pada lebaran lalu. Tren yang sama juga terlihat di Bandung yaitu sekitar 90 persen, sedangkan Medan 25 persen, dan Padang 57 persen. Budi Riza

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.