ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Rabu, 09 November 2005 | 00:27 WIB
Menteri Pertahanan Harapkan Sipil Ikut Cegah Terorisme
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengharapkan sipil ikut berperan sebagai penengah dan pencegah konflik, termasuk tindakan teror. "Saya sangat mengharapkan kelompok sipil, lembaga swadaya masyarakat, partai politik, pemimpin sipil dan lokal, pemimpin agama, dan pemimpin organisasi kemasyarakatan lebih berperan sebagai penengah dan pencegah tindakan-tindakan teror,"ujar Juwono. Menurut Juwono disebabkan karena pada dasarnya konflik di Indoensia adalah masalah politik, bukan masalah polisi dan militer. "Jadi yang diperlukan adalah munculnya pemimpin politik lokal yang peka terhadap masalah-masalah suku, agama, kemiskinan, dan ketidakadilan,"ujarnya. Sengketa, menurut Juwono, akan diselesaikan secara damai dan kurang memerlukan penanganan polisi dan militer. Mengenai peristiwa pembunuhan di Poso, Juwono belum tahu motif yang mendalangi pembunuhan di sana. "Segala hal bisa mungkin terjaaadi. Sekarang banyak analisis dan spekulasi dan kita tidak tahu persis mana yang tepat dan benar,"ujar Juwono. Sementara itu Komandan Resort Militer (Danrem) 132 Palu Kolonel Infanteri Husein Malik mengatakan sampai saat iniTNI bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk menyelidiki dan mengumpulkan bukti. "Sampai saat ini belum ada tertuduh. Kami hanya minta keterangan dari masyarakat, yang diduga mengarah ke pembunuhan,"ujar Husein melalui telepon. Fanny Febiana

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.