ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 21:52
OPM Coordinator of the National Defense Military, Lambert
Pekikir, stated that voicing protests to the U.K. for supporting
OPM would be meaningless.
Friday, 24 May 2013 | 21:38
The prosecutors charged Brig. Wijaya, the suspect that sparked
the attack and arson on the OKU Police Department, with second
degree murder.
Minggu, 23 Oktober 2005 | 15:43 WIB
Stasiun Senen Sediakan Loket Darurat
TEMPO Interaktif, Jakarta: Stasiun Kereta Api Pasar Senen mulai Senin (24/10) menyediakan 18 loket darurat dan bangku-bangku antrean calon pembeli tiket KA di pelataran stasiun. Kepala Stasiun Pasar Senen Sutarto menyatakan, loket dibuka untuk mengantisipasi membludaknya pengguna jasa KA Lebaran khususnya penumpang KA Bisnis dan Ekonomi. Sutarto menjelaskan, perusahaannya merasa perlu membuka layanan loket darurat meski sebagian besar tiket KA Bisnis untuk pemberangkatan 30 Oktober-2 November sudah habis terjual. "Kami menyiapkan loket darurat untuk pemesanan tiket berdiri," kata Sutarto kepada Tempo, Minggu (23/10). Ia memaparkan, untuk KA Bisnis, toleransi tiket berdiri yakni 20 persen dari jumlah tempat duduk yang maksimal 64 kursi setiap gerbongnya. Sementara itu, untuk KA Ekonomi toleransi tiket berdiri yakni 50 persen dari 108 tempat duduk setiap gerbongnya. "Khusus untuk KA Ekonomi, kami tidak melayani reservasi. Semua tiket dijual tepat pada hari pemberangkatan," kata Sutarto. Selama angkutan Lebaran, Stasiun Pasar Senen memberangkatkan 17 KA reguler dan 7 KA Lebaran, yang terdiri dari 2 KA Bisnis dan 5 KA Ekonomi. KA Ekonomi tambahan khusus angkutan Lebaran itu yakni dua KA Kertajaya tujuan Surabaya, serta masing-masing 1 KA Kutojaya tujuan Kutoarjo, Progo tujuan Yogyakarta, dan Bengawan tujuan Solo. KA Bisnis tambahan Lebaran yakni Senja Utama tujuan Yogyakarta, dan Sawunggalih tujuan Kutoarjo. Akibat tingginya kenaikan harga bahan bakar minyak, yang diikuti melonjaknya tarif bis antar kota, PT KA memperkirakan, penumpang kereta api angkutan Lebaran tahun ini naik 2 persen dibanding tahun lalu. Jojo Raharjo

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.