, 19 May 2013 | 09:26

Ahmad Fathanah confusingly changes his confessions on trial,
giving biased answers
Saturday, 18 May 2013 | 19:50

Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Minggu, 23 Oktober 2005 | 20:12 WIB
Abdurrahman Wahid Minta Presiden Lebih Tegas
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyarankan agar Presiden Yudhoyono menegaskan kekuasaan yang dimilikinya kepada wakil presiden dan kabinetnya.
"Presiden harus berani bilang, wewenang Anda hanya sampai di sini. Presiden nggak boleh ragu-ragu dan takut," kata Wahid dalam acara buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Minggu (23/10).
Menurut dia, ketegasan itu justru akan menimbulkan simpati dan dukungan dari partai-partai lain. "Masih banyak fraksi dan partai yang mau mendukung dia," katanya.
Dia menyatakan itu saat ditanya wartawan soal kepemimpinan dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Wakil Presiden Jussuf Kalla dalam satu tahun terakhir.
Dari berbagai survei yang dilakukan oleh lembaga survei seperti Lingkaran Studi Indonesia, Wakil Presiden Kalla dianggap lebih dominan oleh masyarakat. Namun Kalla membantahnya dalam setiap kesempatan wawancara.
Abdurrahman Wahid juga mengomentari soal menteri ekonomi yang saat ini ada di kabinet. Menurut dia, para menteri sekarang adalah pedagang. "Mereka menjalankan ekonomi tanpa konsep," katanya.
Yang ada dalam kepentingan para menteri bidang ekonomi, kata Abdurrahman, "mengoptimalkan keuntungan dan nggak peduli pada rakyat."
Namun dia tidak mengomentari soal perombakan kabinet. "Itu hak prerogatif presiden." Yophiandi