Wednesday, 22 May 2013 | 23:06

Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Wednesday, 22 May 2013 | 20:25

Some complained that getting to and from the bus stops are quite
dangerous.
Kamis, 20 Oktober 2005 | 04:37 WIB
Pasien DBD Membludak di Selasar
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Pasar Rebo semakin meningkat sehingga pasien yang dirawat di ruang selasar Melati pun harus dipindah ke ruang selasar Cempaka dan Mawar.
Kondisi itu disebabkan karena ruang selasar Melati sudah tidak optimal untuk merawat pasien yang terlalu penuh. Awalmya jumlah pasien di selasar kelas III itu berjumlah 20 orang, namun karena sudah tidak memadai, tiga orang itu dipindah ke selasar Mawar dan Melati.
?Ini untuk membuat nyaman pasien, kalau semua ditumpuk di selasar Mawar nanti malah tidak baik bagi kondisi pasien sendiri,? kata Dedy Suryadi, Juru bicara Rumah Sakit Pasar Rebo.
Dedy menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan ruang-ruang selasar baru untuk menampung kemungkinan semakin banyaknya jumlah pasien. ?Kalau perlu kita buka ruangan di depan lift,? tambah Dedy.
Kemarin (19/10) tercatat 75 pasien dirawat di rumah sakit itu, 47 orang di antaranya pasien dewasa dan 26 orang pasien anak-anak. 17 orang di antaranya dirawat di ruang selasar Melati, 2 orang dirawat di ruang selasar Cempaka dan 1 orang dirawat di ruang selasar Mawar. Dari 75 pasien, 18 orang merupakan pasien baru.Satu orang bernama Rahmat (12 th).
Sementara itu jumlah pasien di Rumah Sakit Budi Asih kamarin tercatat 55 orang, 33 di antaranya pasien dewasa dan 22 orang merupakan pasien anak. Tercatat kemarin sebayak 16 orang masuk di rumah sakit itu. 18 pasien terpaksa dirawat menggunakan velbed bantuan dari Dinas Kesehatan dan 8 orang dirawat di ruang koridor.
Pihak Budi Asih juga tengah menyiapkan koridor-koridor baru, jumlah pasien yang ada di koridor sampai saat ini sudah cukup banyak. ?Kita siapkan ruang-ruang tertentu untuk pasien baru, yang bisa menampung pasien tanpa dipungut biaya,? kata Dr Taufik Rahman, Bagian Pelayanan RSUD Budi Asih.
Anton Aprianto