ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 18:55
Fary Djeni Francis, Gerindra spokesperson claimed that
Indonesia's 6.2 percent economic growth can only be enjoyed by a
particular group.
Friday, 24 May 2013 | 18:23
The paintings were discovered in areas known to be unhabited by
ancient civilization.
Kamis, 20 Oktober 2005 | 05:46 WIB
Penghematan Subsidi BBM 2006 Rp 52 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil optimalisasi (penghematan) dari alokasi anggaran subsidi BBM 2006 mencapai Rp 52,2 triliun. Penghematan itu akan digunakan untuk belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Demikian tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2006 yang diterima Tempo. Hasil penghematan merupakan hasil penyisiran penerimaan, penghematan bagian belanja yang memungkinkan. Sehingga akan ada tambahan dana untuk belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Adapun pengalokasian dana hasil penghematan, yakni untuk belanja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti untuk dana bencana sebesar Rp 1,4 triliun, subsidi langsung tunai (SLT) sebesar Rp 17 triliun. Untuk cadangan umum dialokasikan Rp 7 triliun yang termasuk di dalamnya Rp 2 triliun untuk cadangan subsidi listrik, sedangkan dana alokasi khusus (DAK) dialokasikan Rp 5 triliun. Sementara sisanya yakni Rp 21,8 triliun digunakan untuk belanja pusat yang diantaranya untuk subsidi Public Service Obligation (PSO) dan anggaran kementerian dan lembaga. Ketua Panitia Kerja (Panja) A Amin Said Husni mengatakan penghematan subsidi BBM dikarenakan adanya perubahan pola subsidi pada 2006. ?Sekarang (2006) subsidi berdasarkan volume konsumsi. Tidak menggunakan cost and fee di mana negara menutup semua selisih biaya jual dan biaya produksi ditambah fee untuk Pertamina,? jelas Amin di kantornya. suryani ika sari

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.