, 19 May 2013 | 19:40

Drawbacks in KJS system has made many hospitals withdraw
themselves from the program.
, 19 May 2013 | 17:59

Yahoo CEO Marissa Mayer is trying to revitalize the company from
the financial issues
Senin, 17 Oktober 2005 | 17:06 WIB
Presiden Berharap Dirgantara Bisa Bangkit Kembali
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap PT. Dirgantara Indonesia (DI) mampu bertahan setelah 7 tahun mengalami krisis. Presiden berharap, Dirgantara mampu menarik kembali seluruh tenaga ahli yang kini bekerja di perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun luar negeri.
Hal ini dikatakan Nuril Fuad, pelaksana tugas Direktur Utama PT.DI, setelah pertemuan direksi dan komisaris PT.DI dengan Presiden di kantor presiden, Senin (17/10).
Menurut Nuril, setelah mengalami krisis, perusahaan ini mengalami persoalan sumber daya manusia. Antara lain, larinya para tenaga ahli. "Misalnya ke Boeing dan Bombardier," katanya.
Presiden, kata Nuril, sangat memperhatikan kinerja PT.DI. Harapan presiden, dalam tiga tahun ke depan PT.DI yang pernah mengalami kejayaan ini dapat bangkit kembali. Antara lain dengan cara memanfaatkan produksi PT.DI untuk keperluan negara. "Misalnya untuk keperluan TNI, Polri maupun domestik," ujarnya.
Saat ini, menurut Nuril, ada sekitar 1.162 karyawan PT.DI mulai dari yang bergelar master sampai doktor yang kini bekerja diluar PT.DI.
Usai pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, direksi PT.DI kemudian mendampingi presiden menerima delegasi European Aerospace Defence and Space Company (EADS) yang mengajak bekerjasama dengan PT.DI dalam bidang teknologi kedirgantaraan.
EADS merupakan gabungan perusahaan besar industri kedirgantaraan, antara lain Casa (Spanyol) dan Eurocopter yang ada di Perancis dan Jerman. Dimas Adityo