Monday, 20 May 2013 | 02:24

The majority of gas produced by the US$20 billion East Natuna Block project will be
allocated for domestic need.
Monday, 20 May 2013 | 01:03

Indonesia's women's commission speaks up against Osaka mayor's controversial
remark on Japan's WWII comfort women.
Sabtu, 15 Oktober 2005 | 05:32 WIB
Tarif Kargo Pelni Naik Hampir Separuh
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Pelni menaikkan tarif muatan kargo sebesar 45 persen mulai Sabtu, (15/10). Kenaikan merupakan dampak langsung dari adanya kenaikan harga bahan bakar minyak.
Dengan adanya kenaikan harga BBM, Pelni memiliki beban tambahan untuk pengoperasian kapal sebesar Rp 1,5 miliar per hari. "Kenaikan berlaku di seluruh cabang di Indonesia dan merupakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM," kata Kepala PT Pelni Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Nasrul Gaus, Jumat (14/10).
Pascakenaikan harga BBM, proporsi beban BBM menjadi sebesar 63,3 persen dari total biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Konsumsi BBM untuk kapal Pelni rata-rata sebesar 250 juta liter per tahun.
Kenaikan ini tak dikhawatirkan membuat daya saing Pelni melemah. "Ini keputusan logis akibat kenaikan BBM, yang dilakukan juga oleh setiap perusahaan pelayaran lainnya," tutur Nasrul.
Menurut Nasrul, kenaikan tarif berlaku bagi segala jenis kargo yakni kargo muatan kering, muatan dengan pendingin, kargo umum, dan bagasi kapal.
Selain dipengaruhi jenis kargo, harga tiap kargo ditentukan pula oleh jarak dan berat pengiriman serta status langganan. "Kami pun membuka negosiasi harga," ujar Humas Pelni Abu Bakar Goyyim. Yuliawati