Tuesday, 21 May 2013 | 20:38

State telco company Telekomunikasi Indonesia CEO Arief Yahya
said his company has conducted a successful expansion to Hong
Kong and Timor Leste.
Tuesday, 21 May 2013 | 20:31

The CEO teaches at his alma mater as part of a program called
State-Owned Enterprises CEO Teach.
Jum'at, 14 Oktober 2005 | 23:07 WIB
Gara-gara BBM Naik, Perusahaan Mebel Relokasi ke Vietnam
TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa perusahaan mebel Indonesia berencana untuk melakukan relokasi ke luar negeri. Mereka melirik Vietnam sebagai lokasi baru industri mereka. "Beberapa anggota kami berencana relokasi ke luar negeri,"kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Sae Tanangga Karim.
Kini ada 2.016 perusahaan yang tercatat sebagai anggota ASMINDO, 90 persen diantaranya berorientasi ekspor. "Ada tiga perusahaan mebel kayu dan satu rotan di Surabaya," Tanangga menyebut keempat perusahaan yang berencana relokasi.
Keempatnya merupakan perusahaan besar berorientasi ekspor. Kapasitas ekspornya lebih dari 40 kontainer setiap bulannya. Dan masing-masing perusahaan tersebut mampu menyerap sekitar 900 hingga 1.000 orang karyawan.
Alasan rencana relokasi itu menurut Tanangga adalah meningkatnya beban biaya produksi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Dari transportasi saja ada kenaikan luar biasa, 20 hingga 25 persen,"katanya.
Kenaikan BBM ini juga mengancam bangkrutnya beberapa industri mebel sekitar Bulan Januari-Februari 2006. Sejak kenaikan BBM industri Agustus lalu, sudah ada 45 industri mebel anggota ASMINDO yang mati. "Yang non aktif sudah 79, mereka ini mati tidak, hidup juga tidak,"katanya.
Indriani Dyah S.