ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Rabu, 12 Oktober 2005 | 11:46 WIB
Perbankan Naikkan Bunga KPR
TEMPO Interaktif, Jakarta:Naiknya BI Rate hingga 11 persen, membuat kalangan perbankan menaikkan pula bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Namun, bank tetap optimis mencapai target pengucuran KPR hingga akhir 2005, mengingat permintaan KPR tetap tinggi. Juanita A. Luthan, Vice President Product Manager Niaga Kredit Rumah, mengatakan penyesuaian bunga KPR di Bank Niaga dilakukan secara bertahap. “Karena masih ada nasabah yang mencicil rumah, kalau seketika tentu akan berat,” kata dia Selasa (11/10). Pada Juli 2005, bunga KPR Bank Niaga sebesar 12,25 persen, kemudian pada September dinaikkan menjadi 13 persen, dan pada Oktober hingga sekarang naik menjadi 13,9 persen. Sedangkan untuk kredit multiguna, Bank Niaga menetapkan bunga 15 persen “Kami harus tetap menyajikan bunga kompetitif tapi dengan tingkat pengembalian yang baik,” ujar Nita Ban Bumiputera juga tengah mengkaji kenaikan suku bunga KPR yang kini sebesar 16 persen. “Kenaikannya 0,5 sampai 1 persen,” ujar Mortgage Loan Group Head Bank Bumiputera, Ferial Fahmi. Bank Bumiputera, lanjut dia, menargetkan pengucuran KPR hingga Rp 500 miliar, dan per Agustus 2005 sudah mencapai Rp 150 miliar. Menurut Direktur Konsumer Banking Bank Internasional Indonesia (BII), Rudy N. Hamdani, BII telah menaikkan bunga KPR menjadi 14,9 persen dari semula 13,9 persen. “Hingga September kami sudah mengucurkan Rp 3,3 triliun,” ujarnya. Astri Wahyuni

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.