ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Senin, 10 Oktober 2005 | 05:28 WIB
Operasi Intelijen Digelar Jelang Tiga Tahun Bom Bali
TEMPO Interaktif, Denpasar: Menjelang tiga tahun peringatan tragedi bom Bali, 12 Oktober, Polri meningkatkan kegiatan intelijennya. Pengamanan di wilayah Kuta sudah diperketat. Pasukan Gegana dipastikan mensetrilkan kawasan wisata internasional itu beberapa hari sebelum hari H. "Tanpa mengesampingkan penyelidikan terhadap kasus Jimbaran dan Kuta, jajaran Polri telah meningkatkan kegiatan intelijennya menjelang peringatan 12 Oktober," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Soenarko di Denpasar, Minggu (9/10). Peringatan tragedi bom Bali 2002 akan dipusatkan di tiga titik: pada lokasi ledakan yang disebut sebagai "Ground Zero" di Legian, Kuta; Monumen Braja Sandhi; dan Jimbaran. Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes A.S. Reniban menyatakan, pengamanan peringatan tiga tahun bom Bali pertama melibatkan sekitar 3.000 petugas. Polda menerjunkan 1.500 anggota, dan sisanya dari unsur TNI ditambah keamanan swakarsa seperti pecalang. Pola yang dipakai mengedepankan upaya pencegahan dan penindakan hukum. "Kekuatan Polisi dibantu TNI dan pecalang untuk mengantisipasi serangan teroris," kata dia. Peringatan tiga tahun bom Bali I dibagi dalam dua sesi. Kombes Reniban menyebutkan doa bersama di "Ground Zero" dilakukan atas kerja sama panitia dan warga Australia dilakukan pada pukul 07.00 sampai 09.00 Wita. Sesi kedua, masyarakat Kuta menggelar renungan suci di lokasi ledakan pada pukul 21.00 sampai 24.00 Wita. "Selama kegiatan, akan ada perubahan arus lalu lintas," ia menambahkan. Peringatan tiga tahun pengeboman yang menewaskan 202 orang itu dibayang-bayangi tragedi serupa yang terjadi 1 Oktober lalu. Tiga bom yang meledak di Restoran R.aja's Kuta, serta Kafe Menega dan Kafe Nyoman Jimbaran menewaska 23 orang. Rofiqi Hasan

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.