ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 02:03
In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06
Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Kamis, 06 Oktober 2005 | 13:50 WIB
Ketua MPR Menentang Pengaktifan Kembali Komando Teritorial
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gagasan TNI untuk mengaktifkan kembali komando teritorial guna memberantas terorisme ditentang Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. "Pembentukan komando teritorial akan menimbulkan teror baru di lapangan," ujar Hidayat kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Kamis (6/10). Hidayat menegaskan bahwa rencana TNI untuk mengaktifkan kembali komando teritorial sangat tidak relevan. Alasannya, menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu, lebih penting memberdayakan institusi yang sudah ada yakni intelijen dan kepolisian. "Memaksimalkan peran Polri dan intelijen lebih penting ketimbang membentuk koter," ujar Hidayat. Hidayat khawatir, melalui koter pemerintah akan kembali menggunakan cara-cara represif untuk menindak tindakan terorisme. "Cara represif akan menimbulkan teror baru di lapangan," kata Hidayat. Rengga Damayanti

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.