Friday, 24 May 2013 | 05:27

Less than 50 percent of people in Indonesia have access to clean
water.
Friday, 24 May 2013 | 02:55

With US$1.4 million profit from the sales of herbal products, Indonesia as the
world's third largest producer of the commodity.
Rabu, 05 Oktober 2005 | 15:50 WIB
Nasabah Pegadaian Melonjak Pascakenaikan Harga BBM
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penggadai barang melonjak setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, pekan lalu. Di Depok, kantor Pegadaian setempat mengaku menerima nasabah tiga kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya.
"Biasanya hanya ada dua atau tiga orang nasabah baru, tapi kini meningkat menjadi 5-10 orang nasabah baru setiap harinya," ujar Asistem Manajer Administrasi dan Keuangan Koordinator Wilayah Kantor Pegadaian Depok, Tatang Suryana, Rabu (5/10).
Berdasarkan transaksi sebelum 1 Oktober, rata-rata pegadaian melayani pinjaman sebesar Rp 162 juta tiap harinya. Setelah 1 Oktober 2005, saat harga BBM naik, jumlah pinjaman meningkat menjadi Rp 378 juta per hari.
Total uang pinjaman yang diberikan Pegadaian Depok sejak 1 Januari sampai 4 Oktober sebesar Rp 34,16 miloar. Sebagian besar masyarakat memberikan jaminan berupa emas, mobil, motor, dan telepon seluler.
Tatang menjelaskan, Pegadaian selalu siap jika terjadi lonjakan nasabah atau uang pinjaman yang harus diberikan ke masyarakat. "Kami sudah memiliki patokan untuk setiap semester," tuturnya.
Rata-rata jumlah pinjaman tiap nasabah berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu yang dicicil selama 4 bulan. Sedangkan total nasabah di Pegadaian Depok sekitar 4.000 orang. Rini Kustiani