Thursday, 20 June 2013 | 08:39

The Trade Ministry assures there will be enough supply for
Lebaran, but warns chili and meat prices might grow
out of control.
Thursday, 20 June 2013 | 08:34

The South Sulawesi Real Estate Indonesia has built a Hatchery Marine Station at
Barrang Lompo Island.
Rabu, 05 Oktober 2005 | 13:25 WIB
Presiden Minta TNI Tindak Terorisme
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengambil bagian secara efektif dalam menangkal, mencegah dan menindak terorisme.
Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada peringatan ulang tahun TNI ke 60 Tahun di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Rabu (5/10). “Undang-undang nomor 34/tahun 2004 tentang TNI telah memberikan tugas kepada TNI untuk melakukan operasi militer selain perang dalam mengatasi terorisme,” kata Yudhoyono.
Menurut Yudhoyono, bentuk ancaman yang dihadapi negara dewasa ini diantaranya adalah ancaman terorisme.Terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang kejam, "Yang membunuh korban tanpa memperdulikan apa dan siapa mereka."
Serangan teror yang berulang kali terjadi, kata Yudhoyono, mencoreng nama baik bangsa dan negara di tengah-tengah pergaulan internasional. Terorisme juga telah merusak ketentraman sosial dan menghambat pembangunan ekonomi nasional.
Turut hadir dalam acara itu, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, para menteri kabinet Indonesia Bersatu, perwakilan negara asing, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KSAD Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Slamet Subiyanto, KSAU Marsekal Djoko Suyanto serta petinggi TNI. Dimas Adityo