Friday, 24 May 2013 | 06:18

Human Rights Working Group deputy executive director, M. Choiful
Anam, believes that Yudhoyono is only seeking hype by receiving
this award.
Friday, 24 May 2013 | 05:27

Less than 50 percent of people in Indonesia have access to clean
water.
Minggu, 02 Oktober 2005 | 11:59 WIB
Jero Wacik : Jangan Takut Berlibur ke Bali
TEMPO Interaktif, Jimbaran:Menteri Kebudayaan dan Parawisata, Jero Wacik di lokasi ledakan di Jimbaran, Nusa Dua, Bali, meminta seluruh warga negara Indonesia tidak takut berlibur ke Bali. "Kami akan menjamin keamanan wisatawan dengan meningkatkan personil keamanan dan penjagaan di pintu-pintu masuk pusat keramaian,"katanya.
Apa jaminan keamanan dari pemerintah? Menteri jero tak bisa membrikan gambaran yang jelas. "Yang jelas, sekarang polisi sudah ditemoatkan dimana-mana,"ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ginandjar Kartasamita meminta warga Indonesia dan pihak-pihak tak menyalahkan kepolsiian dengan terjadinya ledakan lagi di Bali."Inggris saja yang negara maju bisa kecolongan dan stasiun di bawah tanahnya di bom, apalagi kita, sulit sekali akan mengantisipasi serangan terorisme,"katanya.
Namun Ginandjar mengharapkan pemerintah dan polisi bisa memperkecil serangan terorisme di Bali dan di wilayah lain di Indonesia. "Memang dari segi peralatan dan anggaran serta jumlah personil kepolisian Indonesia masih sangat kurang,"katanya.
Ginjanjar berharap para pelaku dihukum setimpal. Apa karena Undang-undang Antiterorisme tak berjalan efektif?
Menurut Ketua DPD, bukan karena UU antiterorsme terjadinya ledakan bom, tetapi lebih disebabkan oleh tidak dilaksanakannnya UU tersebut dengan konsekuen. "Bukan salah undang-undangnya. UU sudah baik tapi pelaksanaannya yang kurang,"katanya.
Ginandjar menunjuk pelaku bom Bali 2002, bom kuningan yang sudah ditangkap dan dijatuhi hukuman. "Kalaupun belum dilaksanakannya eksekusi mati itu bukan indikator tetapi teknis peradilan,"katanya.
Wahyu Dhyatmika