Sabtu, 01 Oktober 2005 | 15:14 WIB
Angkutan Umum di Tangerang Mogok Massal
TEMPO Interaktif, Tangerang:Angkutan umum di berbagai jurusan di Tangerang hari ini (1/10) melakukan mogok secara massal. Mereka menuntut pemerintah daerah dan organisasi angkutan darat (Organda) setempat segera menaikan tarif angkutan untuk menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah naik.
"Kalau tidak segera dinaikkan, kami bisa tekor terus," kata Venus Aditiya, sopir angkot R 03 jurusan BSD-Cikokol. Dengan naiknya harga BBM, menurut para sopir, sudah selayaknya tarif angkutan segera dinaikkan.
Menurut Venus, tarif BSD-Cikokol dulunya Rp 2.500, harus naik menjadi Rp 4.000. "Kami mau pemerintah menetapkannya, kami tidak mau ribut sama penumpang yang banyak tidak mau tahu dengan kondisi sopir," kata dia.
Aksi mogok ini dilakukan secara serentak oleh semua angkutan berbagai jurusan di Tangerang yang mengakibatkan ribuan calon penumpang angkutan umum di kota/kabupaten Tangerang dari pagi hingga siang telantar di pinggir jalan karena tidak ada satupun angkutan yang beroperasi. Mereka sempat menunggu beberapa jam, sebagian besar pulang ke rumah membatalkan kepergian dan sebagian lagi menggunakan jasa tukang ojek.
Berdasarkan pantauan Tempo, para calon penumpang menumpuk di halte, di pertigaan jalan, di pasar dan jalan-jalan utama di Tangerang, seperti Jalan Raya Serang, Jalan Merdeka, Jalan Raya Curug, Jalan Raya Pasar Kemis, jalan Raya Serpong. Dari pagi hingga siang, di sepanjang jalan itu terlihat sepi dengan angkutan, tak satupun angkutan yang beroperasi.
Joniansyah