ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Sabtu, 01 Oktober 2005 | 15:14 WIB
Angkutan Umum di Tangerang Mogok Massal
TEMPO Interaktif, Tangerang:Angkutan umum di berbagai jurusan di Tangerang hari ini (1/10) melakukan mogok secara massal. Mereka menuntut pemerintah daerah dan organisasi angkutan darat (Organda) setempat segera menaikan tarif angkutan untuk menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah naik. "Kalau tidak segera dinaikkan, kami bisa tekor terus," kata Venus Aditiya, sopir angkot R 03 jurusan BSD-Cikokol. Dengan naiknya harga BBM, menurut para sopir, sudah selayaknya tarif angkutan segera dinaikkan. Menurut Venus, tarif BSD-Cikokol dulunya Rp 2.500, harus naik menjadi Rp 4.000. "Kami mau pemerintah menetapkannya, kami tidak mau ribut sama penumpang yang banyak tidak mau tahu dengan kondisi sopir," kata dia. Aksi mogok ini dilakukan secara serentak oleh semua angkutan berbagai jurusan di Tangerang yang mengakibatkan ribuan calon penumpang angkutan umum di kota/kabupaten Tangerang dari pagi hingga siang telantar di pinggir jalan karena tidak ada satupun angkutan yang beroperasi. Mereka sempat menunggu beberapa jam, sebagian besar pulang ke rumah membatalkan kepergian dan sebagian lagi menggunakan jasa tukang ojek. Berdasarkan pantauan Tempo, para calon penumpang menumpuk di halte, di pertigaan jalan, di pasar dan jalan-jalan utama di Tangerang, seperti Jalan Raya Serang, Jalan Merdeka, Jalan Raya Curug, Jalan Raya Pasar Kemis, jalan Raya Serpong. Dari pagi hingga siang, di sepanjang jalan itu terlihat sepi dengan angkutan, tak satupun angkutan yang beroperasi. Joniansyah

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.