Sabtu, 01 Oktober 2005 | 04:15 WIB
Seribu Warga Depok Siap Masuk Garda Kemerdekaan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ali Fahmi menyatakan siap membuka cabang Garda Kemerdekaan di Depok. "Memang aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan kelompok tertentu harus dihentikan,"katanya. Menurut mantan aktivis mahasiswa 1998 itu lebih dari 1.000 orang, siap menjadi anggota Garda Kemerdekaan di Depok. "Kami sudah siapkan tempatnya,"ujarnya.
Garda Kemerdekaan dideklarasikan kemarin (30/9) di Auditorium Perpustakaan Nasional di Jakarta Pusat. Menurut Sekretaris Jenderal dan juga juru bicara Garda Kemerdekaan Husein Hashem, Dideklarasikannya Garda Kemerdekaan, karena keresahan banyak orang terhadap kelakuan segelintir orang yang memecah belah bangsa, berbuat anarkis, meneror, mengancam, bahkan menjarah milik orang lain atas nama kelompok tertentu. "Sedangkan tindakan hukum yang diambil oleh pihak kepolisian tidak memadai dengan tindakan anarkis kelompok itu,"ujar Husein.
Penerima Magsaysay Award 2005, sekaligus tokoh antikorupsi Teten Masduki, dalam sambutannya pada acara deklarasi itu, juga mendukung berdirinya Garda Kemerdekaan. "Karena tindakan anarkis seperti itu tak bisa didiamkan musti dilawan. sekarang seolah aparat kepolisian tak berdaya,"katanya.
Teten berharap, Garda Kemerdekaan, bisa mendorong polisi untuk berani bertindak dan profesional terhadap kelompok anarkis seperti itu. "Sebagai warga negara kami berhak mempertahankan diri,"katanya, yang saat itu juga meminta formulir untuk masuk menjadi anggota Garda Kemerdekaan.
Menurut Teten, Garda Kemerdekaan itu, seperti warga masyarakat mempertahankan diri kampungnya dari serangan orang luar. Selain Depok, Bogor dan Cianjur meminta Garda Kemerdekaan, yang lintas agama, etnik, suku dan pandangan politik membuka cabang, untuk menulari keberanian melawan kelompok-kelompok teror. "Kami ingin bangsa ini punya martabat dan tetap bersatu,"kata Fahmi.
A.Taufik