English Version
ENGLISH
| Friday, 28 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 27 November 2014 | 22:02
Anti-Corruption Activist Targeted in Bombing in Probolinggo Buchori Muslim is working as an observer to several on-going
corruption cases in Probolinggo.
Thursday, 27 November 2014 | 21:46
Minister Rudiantara to Lift Bans on Vimeo Minister of Telecommunications and Informatics Rudiantara and
Vimeo CEO have scheduled a video conference to discuss the
ban lifting.
Selasa, 27 September 2005 | 12:50 WIB
Jelang Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Terus Meningkat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober, konsumsi BBM masyarakat terus meningkat menjadi sekitar 190 ribu kiloliter per hari. Peningkatan itu diduga akibat kepanikan masyarakat sehingga melakukan penimbunan. Juru bicara PT Pertamina Persero Abadi Purnomo mengatakan peningkatan ini akibat penimbunan BBM serta perbedaan harga BBM industri dan rumah tangga. "Banyak minyak tanah dan solar untuk rumah tangga yang lari ke industri," ujarnya di Jakarta Selasa (27/9). Dia menjelaskan cadangan BBM untuk bulan ini seharusnya mencukupi. Stok minyak tanah mencapai 28,8 hari, premium 17,8 hari dan solar 18,7 hari. "Jadi seharusnya tidak ada kelangkaan jika tidak ditimbun,"tandasnya. Diperkirakan BBM yang ditimbun sekitar 10 ribu kiloliter per hari. Selama ini konsumsi normal sekitar 180 ribu kilo liter per hari. "Dengan 180 ribu kiloliter saat itu tidak ada antrean, sekarang 190 ribu kiloliter banyak antrean, artinya ada selisih 10 ribu yang hilang dari pasar," ucapnya. Abadi menambahkan, untuk mengatasi kelangkaan BBM, Pertamina akan melakukan operasi pasar. "Dengan operasi pasar diharapkan akan mengurangi kelangkaan," tandasnya. muhamad fasabeni