English Version
ENGLISH
| Friday, 31 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Friday, 31 October 2014 | 16:04
Jokowi Calls for a United DPR President Jokowi said that by uniting together, the DPR can
set a good example for the people and act as good role
models.
Friday, 31 October 2014 | 16:02
BART; Lounging at Jakarta's Latest Roof-top Venue    Jakarta sees the opening of it latest roof-top hangout spots,
called BART—short for Bar At the Roof Top.
Selasa, 27 September 2005 | 12:50 WIB
Jelang Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Terus Meningkat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober, konsumsi BBM masyarakat terus meningkat menjadi sekitar 190 ribu kiloliter per hari. Peningkatan itu diduga akibat kepanikan masyarakat sehingga melakukan penimbunan. Juru bicara PT Pertamina Persero Abadi Purnomo mengatakan peningkatan ini akibat penimbunan BBM serta perbedaan harga BBM industri dan rumah tangga. "Banyak minyak tanah dan solar untuk rumah tangga yang lari ke industri," ujarnya di Jakarta Selasa (27/9). Dia menjelaskan cadangan BBM untuk bulan ini seharusnya mencukupi. Stok minyak tanah mencapai 28,8 hari, premium 17,8 hari dan solar 18,7 hari. "Jadi seharusnya tidak ada kelangkaan jika tidak ditimbun,"tandasnya. Diperkirakan BBM yang ditimbun sekitar 10 ribu kiloliter per hari. Selama ini konsumsi normal sekitar 180 ribu kilo liter per hari. "Dengan 180 ribu kiloliter saat itu tidak ada antrean, sekarang 190 ribu kiloliter banyak antrean, artinya ada selisih 10 ribu yang hilang dari pasar," ucapnya. Abadi menambahkan, untuk mengatasi kelangkaan BBM, Pertamina akan melakukan operasi pasar. "Dengan operasi pasar diharapkan akan mengurangi kelangkaan," tandasnya. muhamad fasabeni