English Version
ENGLISH
| , 01 March 2015 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Saturday, 28 February 2015 | 14:56
FAO Recommends Use of Software for Shark Protection The Food and Agriculture Organization (FAO) revealed that a
new software called iSharkFin could help protect endangered
shark species.
Saturday, 28 February 2015 | 14:52
New Social Media Opini.id Offers 'Polling' Feature   A new local information-based social media Opini.id is
surfing into waves of social media euphoria in Indonesia by
offering Polling feature.
Selasa, 27 September 2005 | 12:50 WIB
Jelang Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Terus Meningkat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober, konsumsi BBM masyarakat terus meningkat menjadi sekitar 190 ribu kiloliter per hari. Peningkatan itu diduga akibat kepanikan masyarakat sehingga melakukan penimbunan. Juru bicara PT Pertamina Persero Abadi Purnomo mengatakan peningkatan ini akibat penimbunan BBM serta perbedaan harga BBM industri dan rumah tangga. "Banyak minyak tanah dan solar untuk rumah tangga yang lari ke industri," ujarnya di Jakarta Selasa (27/9). Dia menjelaskan cadangan BBM untuk bulan ini seharusnya mencukupi. Stok minyak tanah mencapai 28,8 hari, premium 17,8 hari dan solar 18,7 hari. "Jadi seharusnya tidak ada kelangkaan jika tidak ditimbun,"tandasnya. Diperkirakan BBM yang ditimbun sekitar 10 ribu kiloliter per hari. Selama ini konsumsi normal sekitar 180 ribu kilo liter per hari. "Dengan 180 ribu kiloliter saat itu tidak ada antrean, sekarang 190 ribu kiloliter banyak antrean, artinya ada selisih 10 ribu yang hilang dari pasar," ucapnya. Abadi menambahkan, untuk mengatasi kelangkaan BBM, Pertamina akan melakukan operasi pasar. "Dengan operasi pasar diharapkan akan mengurangi kelangkaan," tandasnya. muhamad fasabeni