ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Senin, 26 September 2005 | 17:54 WIB
Burung dan Unggas Air Diduga Vektor Flu Burung
TEMPO Interaktif, Bandung:Menteri Pertanian Anton Apriantono mengungkapkan dugaan terkuat hewan penular virus flu burung adalah burung dan unggas air yang tidak mempunyai ketahanan. “Arah dugaannya itu,” katanya di Bandung, Senin (26/9). Anton menjelaskan, sebagian besar wilayah di Indonesia masih aman dari serangan virus flu burung, kecuali Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jambi, dan Lampung. “Kalau Jawa memang endemik, kita harus hati-hati di jawa ini,” katanya. Menurut Anton, pihaknya mencurigai vektor penyebaran flu burung yang menyerang manusia bukan berasal dari peternakan. Dari data yang dimiliki Dinas Pertanian, jelasnya, sejak Agustus hingga saat ini belum ada laporan kematian ternak unggas akibat serangan flu burung. Mengenai rencana pemindahan lokasi peternakan unggas yang berada di tengah permukiman, Anton menyatakan tengah menyusun petunjuk pelaksanaanya bagi pemerintah daerah. “Itu kewenanganya pemerintah daerah, kami hanya memberikan guideline saja,” katanya. Prinsip petunjuk pelaksanaan itu, diantaranya melarang peternakan berada di tengah permukiman penduduk. Selain itu, juga dilarang membuat peternakan yang ternaknya bercampur baur. “Misalnya peternakan ayam dengan babi, itu jelas tidak boleh sama sekali,” katanya. Ahmad Fikri

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.