Rabu, 21 September 2005 | 10:34 WIB
Analis: Indeks Saham Berpeluang Menguat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Analis bursa dari Sinar Mas Sekuritas, Alfiansyah, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan konsolidasi dan bergerak pada kisaran 1.035-1.063.
Pada penutupan pasar kemarin (20/9), indeks melemah 11 poin pada level 1.055. Penurunan ini, kata Alfiansyah, akibat naiknya harga minyak dunia menjadi US$ 67 per barel. "Kenaikan harga minyak berdampak pada skala makro karena pemerintah masih mensubsidi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di negeri ini," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (21/9).
Indeks hari ini, lanjut dia, kembali akan dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Selain itu, keputusan sidang Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) hari ini juga akan berimbas pada bursa regional.
"Jika kenaikan tingkat suku bunga The Fed akan berimbas negatif pada indeks karena nilai US$ akan menguat, sedangkan nilai tukar rupiah akan jatuh," kata dia.
Alfianysah merekomendasikan agar investor selektif memilih saham-saham blue chip untuk aksi jual. Pada posisi ini, kata dia, saham TLKM (PT Telekomunikasi Indnesia dan ASII (PT Astra International Tbk) masih berpeluang terkoreksi menurun.
Saham GGRM (PT Gudang Garam Tbk) yang pada perdagangan kemarin menguat, menurutnya, berpotensi mengalami momentum penurunan hari ini. "Para investor dapt menjualnya," ujar Alfiansyah.
Untuk aksi beli, Alfiansyah merekomendasikan, dilakukan pada saham UNVR (PT Unilever Tbk) dan AALI (PT Astra Agro Lestri Tbk). "Dua saham itu berpeluang mengalami penguatan terbatas," katanya menjelaskan.
Alfiansyah rencana pemerintah melepas kepemilikan sahamnya dengan harga premium (di atas harga pasar) Saham BBCA (Bank BCA Tbk), menjadikan saham ini dapat ditahan (hold) dulu. Suliyanti Pakpahan