Rabu, 21 September 2005 | 14:58 WIB
Negara Pengirim dan Penerima Buruh Migran Bertemu di Bali
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para menteri tenaga kerja dari 20 negara, 12 negara pengirim dan 8 negara penerima tenaga kerja mengadakan pertemuan di Hilton, Nusa Dua, Bali (21/9). Pertemuan itu membicarakan hak dan kewajiban majikan dan pekerjanya.
“Pembicaraan antara negara penerima dan pengirim itu perlu, sebab kepentingannya berbeda,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan pertemuan. Negara pengirim berkepentingan pada kesejahteraan pekerja seperti gaji, sedangkan negara penerima menginginkan keahlian dan disiplin kerja dari pekerjanya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris mengatakan, fokus pertemuan adalah bagaimana memberikan perlindungan pekerja dengan prosedur yang resmi dan dokumen yang layak, serta tingkat keahlian yang dibutuhkan. Selain itu, dari pihak penerima yang diharapkan dari pertemuan itu adalah kenyamanan mempekerjakan pekerja legal.
Lewat pertemuan ini diharapkan muncul kesepahaman yang saling menguntungkan, bahwa bukan cuma negara pengirim saja yang diuntungkan, tetapi juga negara penerima. Sebab, sebagai majikan, kesejahteraan mereka juga akan terbantu dengan kehadiran para pekerja.
Di antara negara-negara pengirim tenaga kerja yang hadir, Thailand, Filipina, India, Pakistan, Afhganistan, Myanmar, Srilangka, dan Indonesia, Filipina lah penyuplai terbesar. Setiap tahun sekitar 600 ribu pekerja Filipina dikirim ke luar negeri, sedangkan dari Indonesia 400 ribu orang mengais rezeki di negeri orang. “Bahasa Inggris yang menjadi kendala utama pekerja dari Indonesia,” ujar Fahmi.
Rilla Nugraheni