Thursday, 23 May 2013 | 02:03

In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06

Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Selasa, 20 September 2005 | 18:36 WIB
Pembalap Alex Duga Karel Korban Pembunuhan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penasihat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Alex Asmasoebrata meminta kepada Polda Metro Jaya untuk mengungkap tuntas kasus kematian pereli nasional Karel Hari Latu, 43 tahun pada hari Selasa tanggal 13 September 2005 yang diduga korban pembunuhan.
Menurut Alex pada hari naas itu, korban yang menjabat sebagai Direktur di PT Sarana Sirkuitindo Utama (Perusahaan pengelola Sirkuit Sentul) usai mengadakan rapat dengan dua orang rekannya yaitu Supri dan Lia sekitar pukul 17.30 WIB pulang bersama menggunakan mobil Honda Jazz milik korban.
Kemudian korban menurunkan kedua rekannya itu di depan Supermarket Gelael Pancoran sekitar Pukul 19.30 WIB. Dan Karel melanjutkan perjalanannya ke arah rumahnya di Tebet Utara I A nomor 2 Jakarta Selatan.
Kemudian pada hari Rabu dini hari (14/9) sekitar pukul 02.00 WIB, istri korban Beby Rosalda, 42 tahun mendapat telepon dari rumah sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur bahwa suaminya telah meninggal dunia.
Sebelum jenazah almarhum dibawa pulang oleh keluarga, pihak rumah sakit menawarkan dilakukan otopsi atau visum et repertum terhadap jenazah Karel karena kondisi wajah korban biru lebam, bibirnya robek dan salah satu giginya rontok . Namun pihak keluarga menolaknya dengan alasan keluarga merelakan kepergian almarhum.
Pada pukul 05.00 WIB jenazah almarhum dibawa ke kediamannya dan langsung di kuburkan pada hari itu juga di pemakaman umum Islam Menteng Pulo di Jalan Casablanca Kuningan, Jakarta pada Pukul 12.30 WIB.
Pihak rumah sakit mengatakan Karel masuk ke sana Pukul 21.40 WIB dengan diantar oleh seorang wanita dan seorang pria berkaca mata dengan menggunakan mobil korban. Wanita itu mengaku kepada kepala suster bagian UGD sebagai saudara Karel.
Ketika korban dibawa ke ruang UGD, kedua orang itu memarkirkan mobil almarhum dengan bantuan satpam. Lalu mereka terlihat mencoba memperbaiki pintu belakang mobil yang rusak dan tidak bisa tertutup.
Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui Karel sudah meninggal. Kemudian wanita itu segera meninggalkan rumah sakit tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Namun, sebelum pulang wanita misterius itu sempat menitipkan dompet dan kunci mobil milik Karel.
Namun, menurut Alex, pihak Polda mengatakan kasus dugaan pembunuhan itu sudah dilaporkan istri Karel, Beby sekitar satu minggu yang lalu dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan. "Akhirnya kita menanyakan perkembangan kasus itu,"katanya di Jakarta, Selasa (20/9).
Istri korban, Beby saat dihubungi Tempo mengatakan tidak pernah melaporkan kepada Polda Metro Jaya mengenai dugaan pembunuhan terhadap suaminya. "Saya hanya melaporkan STNK suami saya yang tidak ada," katanya.
MenurutBeby, suaminya meninggal karena sakit jantung yang sudah beberapa bulan diderita korban. "Pagi hari sebelum meninggal bapak mengeluh dadanya sakit," katanya.
Evy Flamboyan Minanda