Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 20 September 2005 | 16:36 WIB
Status KLB Flu Burung untuk Melindungi Masyarakat Banyak
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membantah penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung untuk membuat masyarakat resah. "Justru pemerintah menunjukkan kesungguhannya dalam melindungi masyarakat banyak," katanya sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di kantor presiden, Selasa (20/9).
Menurut dia, bukan hanya masyarakat DKI Jakarta dan Tangerang saja yang perlu dilindungi dari wabah penyakit, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Penetapan KLB , kata Siti, justru untuk membuat masyarakat aman dan tenteram.
Dengan penetapan KLB Nasional flu burung ini, Siti melanjutkan, pemerintah akan lebih leluasa dan luwes dalam membuat kebijakan-kebijakan. Ia juga meminta maaf kepada Gubernur DKI Sutiyoso, yang merasa tidak diajak berkoordinasi, pada penetapan status KLB ini.
Namun, menurut Siti, penetapan status KLB maupun menentukan daerah-daerah wabah tersebut merupakan kewenangan Menteri Kesehatan. Hal ini, kata dia, diatur dalam Undang-Undang nomor 4/tahun 1984 tentang Wabah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dari semua kotoran unggas. Bagi yang ingin berkebun dengan menggunakan pupuk kandang, katanya, harus memakai sarung tangan guna mencegah terinfeksi virus tersebut.
Rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Yudhoyono dihadiri Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Petanian Anton Apriantono, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dimas