ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 13 September 2005 | 19:25 WIB
Kerangka Mayat ditemukan di Empang
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Pulo Gebang Jakarta Timur dikejutkan oleh adanya potongan badan manusia di empang milik Haji saragih, di RT 01/06 Pulo Gebang Jakarta Timur. Kerangka itu ditemukan saat saat warga sedang memancing di empang tersebut. Diduga kerangka tersebut adalah kerangka perempuan karena disekitar lokasi penemuan terdapat beberapa pakaian yang bisa diidentifikasi berupa pakaian dalam wanita dan jam tangan wanita. Abdillah, 67 tahun, warga yang menemukan kerangka ini mengaku, awalnya dia mengetahui adanya benda aneh di balik 4 karung di bagian empang yang dangkal. Setelah diteliti, ternyata benda tersebut adalah kerangka manusia yang disekitarnya juga ditemukan beberapa pakaian dan jam tangan yang diduga milik wanita tersebut. Setelah mengetahui bahwa itu adalah kerangka manusia, Abdillah langsung melaporkan tentang temuannya tersebut pada hari ini, Selasa (13/9), pukul 16.30 sore. Polisi sektor Cakung segera menuju ke lokasi temuan dan membawa potongan-potongan kerangka hasil temuan tersebut. Karena hari sudah mulai beranjak malam dan tidak ada mesin pompa untuk menyedot empang, maka polisi menghentikan sementara pencarian bagian-bagian kerangka lainnya. Menurut Kanit Reskrim Cakung, Iptu Suparjiono, pihaknya menduga masih ada bagian-bagian dari kerangka itu yang tertimbun oleh 4 karung diatasnya. Menurut Suparjiono, pihaknya akan melanjutkan pencarian besok. "Diduga ini korban pembunuhan," katanya. anton aprianto

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.