Wednesday, 19 June 2013 | 18:49

Hypnobirthing can help to reduce pain during childbirth if it is
practiced regularly.
Wednesday, 19 June 2013 | 18:38

Ahok regrets the Temporary Community Direct Aid Budget (BLSM)
plan, claims it is more strategic to cheapen goods and services'
prices.
Senin, 12 September 2005 | 14:57 WIB
Soal Flu Burung, Masyarakat Jangan Salahkan Peternak
TEMPO Interaktif, Denpasar:Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan agar masyarakat tidak melulu menyalahkan para peternak ketika kasus flu burung muncul. Para peternak, sejak kasus flu burung merebak, sudah sangat berhati-hati dan selalu melakukan langkah-langkah pencegahan maupun pemusnahan pada ternak unggasnya yang disinyalir terinfeksi penyakit mematikan itu.
Lagipula, jajaran pengendalian penyakit hewan di Departemen Pertanian sudah sangat berhasil melakukan segala upaya pencegahan merebaknya penyakit tersebut pada hewan terutama unggas. Berbagai penyuluhan yang diikuti dengan tindakan sanitasi sampai ke langkah pemusnahan telah disosialisasikan dan dilaksanakan oleh staf Deptan. “Peternak pun sudah melaksanakannya,” sebut Anton seusai membuka Konferensi Beras Internasional di Hotel Le Meridien Tanah Lot, Denpasar (12/9).
Asal-usul virus flu burung yang menjangkiti Rini Dinar (37), lanjut dia, masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, korban bukanlah orang yang berkecimpung bahkan berdekatan dengan aktivitas peternakan. Bahkan, kata Anton, keluarga Iwan yang meninggal akibat flu burung sebelum Rini bukanlah orang yang berada dekat dengan daerah peternakan.
“Lagipula, dalam dua bulan terakhir, tidak seekor unggaspun yang mati karena flu burung,” ujar Anton. Tidak menutup kemungkinan, strain virus yang menjangkiti sudah berubah.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak ketakutan lalu menghentikan konsumsi ayam dan unggas lainnya. “Silahkan mengurangi tapi yang proporsional,” ucapnya. Rilla Nugraheni