ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 21:52
OPM Coordinator of the National Defense Military, Lambert
Pekikir, stated that voicing protests to the U.K. for supporting
OPM would be meaningless.
Friday, 24 May 2013 | 21:38
The prosecutors charged Brig. Wijaya, the suspect that sparked
the attack and arson on the OKU Police Department, with second
degree murder.
Kamis, 08 September 2005 | 21:14 WIB
KA Jabotabek Akan ditambah 8 Gerbong
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kereta api Jabotabek akan mendapatkan 8 gerbong rangkaian kereta baru dari Jepang. Kepastian ini diungkapkan oleh Rachmadi, Kepala Divisi Kereta Api Jabotabek. "Kita saat ini sedang menunggu kedatangan 8 gerbong kereta untuk melayani wilayah Jabotabek dari Jepang," ujarnya ketika ditemui usai Seminar Revitalisasi Perkeretapian Jabotabek, di Hotel Bumi Karsa, Kamis (8/9). Rachmadi menjelaskan, untuk setiap unit gerbong, PT KAI harus mengeluarkan dana sebesar 8 juta yen atau sekitar Rp 80 miliar. Ke-8 gerbong yang dibeli ini bukan merupakan kereta baru, melainkan kereta bekas pakai. "Usia gerbong tersebut sudah sekitar 20 tahun, tapi bila maintenance-nya baik, usia kereta bisa sampai sekitar 35 tahun," ujarnya. Kapasitas tempat duduk sebanyak 52 tempat duduk. Namun, Rachmadi mengatakan, nantinya ketika digunakan di Indonesia, kapasitasnya akan dimaksimalkan untuk 152 penumpang. "Satu rangkaian kereta yang terdiri dari 8 gerbong itu bisa mengangkut sekitar 1.200 orang. Rencananya gerbong tersebut akan melayani dari arah Bogor ke Jakarta,' katanya. Mengenai tarif, dia mengatakan, tidak ada perubahan sama sekali, tetap Rp 10.000 (expres) jika naik dari Bogor. Ke-8 gerbong ini akan tiba di Indonesia hari Selasa mendatang. PT KAI akan melakukan uji coba ke-8 gerbong ini sekitar tanggal 23 September. Dalam kesempatan tersebut, Rachmadi juga mengatakan, kalau saat ini di kereta api jabotabek sudah mengalami keuntungan. "Untuk tahun 2005 ini pemasukan kita sudah mencapai Rp 180 milyar, sedangkan pengeluaran untuk membayar gaji karyawan dan pemeliharaan kereta sekitar Rp 105 milyar. Namun ia menyatakan, keuntungan ini masih belum dapat digunakan untuk membeli rangkaian kereta baru karena harganya sangat mahal. yudha setiawan

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.