Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Friday, 24 May 2013 | 21:52

OPM Coordinator of the National Defense Military, Lambert
Pekikir, stated that voicing protests to the U.K. for supporting
OPM would be meaningless.
Kamis, 08 September 2005 | 12:33 WIB
Meliput Kebakaran 4 Wartawan Dipukuli Preman
TEMPO Interaktif, Bogor:Wartawan harian Seputar Indonesia, Aris Basuki, 30 tahun, dan tiga wartawan lainnya dipukuli sejumlah pemuda saat meliput kebakaran di perkampungan pengemis, pengamen dan pemulung di Kampung Ciheuluet, Kelurahan Tegal Lega, Kota Bogor Tengah, Rabu (7/9) pukul 22.00 Wib. Mereka babak belur dan dilarikan ke RSU PMI.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 200 rumah itu mulai terjadi sekitar pukul 19.30. Pasukan pemadam kebakaran yang menerjunkan 8 mobil, kesulitan menjangkau lokasi karena sempitnya jalan.
Ketika sekitar 25 wartawan cetak dan elektronik berdatangan ke lokasi kejadian, warga perkampungan liar tersebut justru kesal oleh sorot lampu kamera dan kilatan lampu blitz.
"Kami sedang kesusahan ayo pergi, wartawan pergi," seorang pemuda yang diduga preman setempat menghardik. Beberapa wartawan pun kemudian mencari tempat lain yang lebih aman.
Namun, Aris dan beberapa wartawan lain yang datang belakangan tak mengetahui insiden tersebut. Ketika dia tengah memotret, seorang pemuda melemparinya dengan botol minuman sambil mengusir pergi. Belum sempat beranjak, dari arah belakang beberapa pemuda yang diduga membekingi perkampungan liar itu, langsung mengeroyok Aris sambil menuduhnya mencuri.
"Saya wartawan..saya wartawan," teriak Aris. Beberapa wartawan lain yang mencoba menyelamatkan korban, ikut dihajar. Beruntung beberapa warga asli Ciheuluet langsung turun tangan meredakan kejadian tersebut.
"Mungkin belasan orang yang memukuli saya. Saya hanya ingat menyelamatkan kamera digital," tutur Aris saat ditemui di RSU PMI. Deffan Purnama