Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Senin, 05 September 2005 | 15:32 WIB
Massa Desak MA Selesaikan Memori PK
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100 orang ibu-ibu perwakilan Majelis Ta'lim se-Kota Depok, berdemonstrasi di Mahkamah Agung (MA) siang ini (5/9). Mereka menuntut MA segera menyelesaikan memori Peninjauan Kembali KPUD Kota Depok.
Ibu-ibu itu bergabung dengan tokoh masyarakat Depok lain dalam Forum Masyarakat Peduli Kebenaran (FMPK) Kota Depok. FMPK sendiri menuntut MA untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tim panel MA dan meminta Ketua MA untuk segera meresmikan hasil kerja tim panel yang menyatakan Majelis Hakim PT Jabar sudah melakukan unprofesional conduct dan melampaui batas kewenangan dalam memutus Pilkada Kota Depok.
Demonstrasi berlangsung tertib dan dijaga sekitar 40 orang aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka berorasi seraya membentangkan poster-poster kertas yang meminta MA untuk menolak putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Ada juga poster yang mempertanyakan tujuan pilkada.
Para demonstran sempat ditemui Panitera MA Satri Rusad. Dalam pertemuan itu, Satri menyatakan MA tidak bisa menjanjikan kapan tepatnya kasus ini bisa selesai. Namun Satri menegaskan bahwa berkas perkara KPUD Depok telah ada di meja Ketua MA Bagir Manan.
Satri juga menegaskan bahwa MA akan memperioritaskan penanganan kasus ini. "Ini masalah nasional," ujarnya.
thoso priharnowo