ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 06:18
Human Rights Working Group deputy executive director, M. Choiful

Anam, believes that Yudhoyono is only seeking hype by receiving

this award.
Friday, 24 May 2013 | 05:27
Less than 50 percent of people in Indonesia have access to clean

water.
Sabtu, 03 September 2005 | 10:04 WIB
Senin, Majelis Hakim Singapura Vonis Juminem
TEMPO Interaktif, Batam:Mahkamah Tinggi Singapura, Senin (5/9), akan membacakan vonis terhadap Juminem, 24 tahun, yang dituduh membunuh majikannya, Ang Imm Suan, 47 tahun, pada 2 Maret 2004 di Kondominium Blok-2,Flora Drive,Carrisa Park, Singapura. Namun belum jelas benar apakah vonis terhadap Siti Aminah,17 tahun, yang juga dituduh ikut membunuh akan dibacakan di hari yang sama. ”Yang pasti Juminem,” kata Abu, staf KBRI Singapura kepada Tempo. Polisi Singapura menangkap ke-2 tenaga kerja Indonesia itu di tempat kejadian. Juminem pembantu rumah tangga Ang Imm Suan, sedangkan Siti Aminah, pembantu rumah tangga mantan suami korban. Mantan suami korban ketika itu hendak berkunjung ke rumah Ang Imm Suan, tapi mantan isterinya didapati telah tewas dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Ketika itu dilaporkan, polisi menemukan sejumlah uang dan perhiasan milik korban berada di ke dua pembantu tersebut. Kepala Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Singapura, Fachry Sulaiman ketika itu mengungkapkan, Juminem dan Siti Aminah mengakui perbuatannya. Sejak 28 Maret 2005 keduanya disidangkan secara maraton hingga 15 April 2005. Juminum dijerat pasal 302 Code Penal pasal 224 ayat 34 dengan ancaman hukuman mati. Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Mohammad Selamat Hidayat menunjuk Jimmy Yim dan Alvin Yea sebagai pengacara keduanya. Kasus pembunuhan yang melibatkan pembantu rumah tangga asal Indonesia merupakan yang kesekian kali. Kasus Sundarti dan Sumiyati Dikromo juga dituduh membunuh majikan awalnya terancam hukuman mati, tapi divonis seumur hidup. Rumbadi Dalle

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.