ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 02:03
In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06
Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Kamis, 18 Agustus 2005 | 16:31 WIB
Dirut PLN: Kelebihan Beban Penyebab Padamnya Listrik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penyebab padamnya listrik di sejumlah wilayah Jawa dan Bali, menurut Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Edy Widiono, kelebihan beban di pembangkit listrik Suralaya. "Jam 09.00 Wib unit 6 dan 7 Suralaya keluar jaringan atau yang biasa disebut over speed karena pembangkit listrik kelebihan beban," ujar Edy ketika ditemui di kantornya, Kamis (18/8). Edy menjelaskan, sebenarnya satu setengah jam sebelumnya sempat terjadi kerusakan di pembangkit listrik Paiton tetapi sudah diperbaiki. Ketika perbaikan sudah selesai, terjadi gangguan di saluran udara tegangan ekstra tinggi Jakarta-Banten sebesar 2.700 MV. Akibatnya, wilayah Jabotabek mengalami pemadaman listrik. Selain wilayah Jabotabek, ternyata sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengalami pemadaman. Edy menyatakan, jaringan di wilayah Jabotabek sangat rawan dengan pemadaman listrik. "Paling parah adalah jaringan di Jakarta, karena beban yang harus dikeluarkan sangat besar," ujarnya. Untuk itu, PLN berencana membangun jaringan listrik di wilayah selatan Pulau Jawa di daerah Cilacap dan Karang Jati, Jepara. Yudha Setiawan Beda Pejabat, Beda Penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro Pemadaman listrik se Jawa-Bali diakibatkan oleh gangguan interkoneksi 500KV jalur utara. PLN saat ini masih terus mencari titik gangguan kerusakan dijalur Interkoneksi. Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Departemen Energi Ali Herman Ibrahim Kemungkinan gangguan pada interkoneksi 500KV di jalur utara karena sambungan tersebut berupa kabel telanjang. Apabila kabel jaringan itu terkena benang layangan ataupun ular sekalipun jaringan akan terganggu.

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.