, 19 May 2013 | 22:17

Three facts you should know about chocolates.
, 19 May 2013 | 19:40

Drawbacks in KJS system has made many hospitals withdraw
themselves from the program.
Rabu, 17 Agustus 2005 | 04:43 WIB
Agustusan Tahun Ini, Pedagang Batang Pinang Rugi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa pedagang batang pohon Pinang mengaku penjualannya pada Agustus tahun ini tidak semeriah seperti Agustus tahun lalu. Anto (25 th), pedagang di Ciracas, Jalan Raya Bogor, mengaku baru bisa menjual satu batang pinang dengan harga murah sehari menjelang peringatan 17 Agustus.
"Biasanya 400 ribuan perbatang, tapi karena sepi saya jual 300 ribuan," kata Anto saat ditemui Tempo, Selasa (16/8) siang. Padahal modal untuk satu batang pinang sebesar Rp 100-150 ribu. Dia mengaku sudah tiga kali Agustusan berjualan di lokasi yang sama.
Anto mendatangkan pinang dari Sukabumi dengan menggunakan truk. Jika pinangnya tak laku, ia akan membawa kembali ke tempat asalnya. Kali ini Anto membawa 15 batang pohon pinang yang biasa digunakan untuk lomba panjat pinang.
Gunawan (32th), asal Kutoarjo, Jawa Tengah yang berjualan di Jalan Matraman Raya juga mengaku belum menjual satu batang pohon pun "Ini masih 7," katanya. Ia tidak tahu penyebab sepinya pembeli pohon pinang.
"Mungkin budaya panjat pinang pada 17 Agustusan sudah tidak ada lagi ya?," katanya menduga-duga. Anton Aprianto